Dibandingkan seri kedua Desember lalu, tensi persaingan kali ini (seri kesembilan) jauh lebih memanas. Semua tim bakal all out mengincar kemenangan, demi mengamankan tiket lolos ke Championship Series. Padahal, hanya delapan tiket yang tersedia untuk tampil di babak perebutan gelar Mei nanti.
Seri kesembilan ini juga sekaligus menjadi medan pertempuran panas dua tim asal Kota Kembang, JNE BSC Bandung Utama dan Garuda Kukar Bandung. Keduanya sama-sama bersaing ketat memperebutkan tiket playoff. Bandung Utama untuk sementara di peringkat kelima dengan meraup 40 poin dari 26 laga (14-12). Sedangkan Garuda di urutan ketujuh dengan 38 poin (12-14).
Pada seri kesembilan ini, keduanya akan kembali saling bertemu pada hari Kamis esok. Pertemuan kali ini layak disebut sebagai derby Bandung terpanas dalam sejarah NBL Indonesia. Bandung Utama (sebelum pindah home base ke Bandung masih memakai nama Tonga BSC Jakarta) kini tak bisa dipandang remeh oleh Garuda.
Keduanya telah bertemu dua kali pada musim reguler ini dan sama-sama berbagi kemenangan (1-1). Pada Seri I Jakarta, Garuda menang 67-44. Namun, berhasil dibalas oleh Bandung Utama dengan keunggulan 48-42 pada Seri V Batam. Artinya, satu kemenangan pemungkas akan membuat salah satu tim unggul head to head (2-1).
Saat ini, kondisi Bandung Utama sedang on fire. Di bawah kendali Octaviarro Romely Tamtelahitu, Bandung Utama telah mengemas 14 kemenangan yang sekaligus menjadi rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim yang pernah diraih tim ini sepanjang menjadi kontestan NBL Indonesia.
Tren positif ini, juga diiringi oleh peforma pemain yang mengalami improve. Seperti yang ditampilkan oleh Luke Martinus. Pemain berposisi power forward tersebut, berkontribusi besar dengan menjadi top rebounder bagi Bandung Utama (membukukan total 162 rebound), serta menempati peringkat kedua dalam produktivitas poin (total 196 poin).