HOCKENHEIM – Kejadian saat mobil Sauber milik Adrian Sutil terhenti di lap 49, sempat menyita perhatian banyak orang di sirkuit Hockenheim, Jerman, tempat dilangsungkannya Formula One seri ke-10. Kala itu, tidak ada safety car yang melintas agar mobil-mobil memperlambat laju mobilnya.
Bahkan mobil Sutil yang terhenti di tengah sirkuit, dapat saja membahayakan pengemudi yang turun dan juga kru penyelamat yang berusaha memindahkan mobil. Saat itu, hanya bendera kuning yang dilambai-lambaikan.
Kejadian ini, praktis mendapat perhatian dari pembalap Mercedes, Lewis Hamilton. Ia mengeluhkan kesiagaan pengawas perlombaan yang kurang cermat dalam menurunkan safety car dalam kondisi tersebut.
“Sebuah perjudian tentunya jika tidak menurunkan safety car, seharusnya mereka (pengawas) menurunkan safety car. Bagaimana bisa, sebuah mobil berada di tengah-tengah jalan untuk beberapa laps dan tidak keluar. Namun, saya pikir Anda tahu kenapa,” ucap Hamilton kepada Sky Sports News, Senin (21/7/2014).
“Safety car normalnya muncul dalam situasi seperti itu. Saya benar-benar khawatir kepada marsekal. Anda datang setelah belokan dengan kecepatan tinggi, dan kemudian ada marshals berdiri tak jauh dari tempat Anda berkendara. Untuk saya, itulah kondisi terdekat setelah sekian lama,” sambungnya.
Beruntung, saat itu tak terjadi kecelakaan. Kejadian tersebut sedikit mengingatkan Hamilton akan kejadian saat pembalap Tom Pryce dan marsekal Frederick Jansen van Vuur yang meninggal akibat tertabrak di GP Afrika Selatan tahun 1977.
“Saya dulu bekerja di sekolah menyetir di Bedford dan saat itu, ada yang memutar video terus menerus. Video itu berasal dari perlombaan bertahun-tahun lalu saat mobil berhenti di trek, dan marsekal tertabrak saat menyebrang trek,” cerita Hamilton.
(Fetra Hariandja)