ASSEN – Rekor demi rekor terus disabet Marc Márquez. Capaian delapan kemenangan berturut-turut dikoleksinya di GP Belanda, Sabtu malam (28/6/2014) lalu, sekaligus menyamai rekor legenda Giacomo Agostini pada musim 1971 silam.
Namun kali ini kemenangan Márquez tak didapat bak membalikkan telapak tangan. Di tengah gangguan cuaca, joki Repsol Honda itu juga sempat bertarung ketat dengan Andrea Dovizioso sampai lap terakhir.
Beruntung, Márquez punya tim yang cekatan saat dirinya diharuskan masuk pit-stop untuk mengganti ban. Atas performa apik timnya itu pula, Baby Alien – julukan Márquez, cukup terbantu untuk tenang dan tak panik meladeni rival-rivalnya dan juga cuaca yang tak menentu.
“Balapan yang sangat sulit karena kondisi dan treknya cukup berbahaya. Tapi tim saya sangat pandai dan saya pun tenang untuk tetap bisa konsentrasi pada balapan. Saya merasa lebih baik saat aspal mengering dan kecepatan saya pun bagus. Saya mampu mengejar Dovi (sapaan Dovizioso) dan melewatinya,” tutur Márquez.
“Tim mampu mengatasi segalanya dan itu sangat membantu saya karena jika terjadi kepanikan, maka akan sangat mempengaruhi Anda. Tapi saya bisa tetap tenang karena tim saya,” lanjutnya, seperti dikutip Crash, Minggu (29/6/2014).
Keadaan yang sama menyoal cuaca, bisa jadi tetap tercipta di seri Sachsenring berikutnya. Pun begitu, karakter trek di GP Jerman itu dianggap akan lebih menguntungkan Honda ketimbang tim lainnya.
“Cuaca di Sachsenring akan jadi pertanyaan seperti di sini. Tapi Honda selalu cocok dengan trek di sana. Dani (Pedrosa – rekan Márquez) sangat kuat di sana, tapi saya sendiri akan mengusahakan yang terbaik untuk berebut kemenangan lagi,” tuntas Márquez.
(Randy Wirayudha)