SEOUL – Satu-satunya harapan Indonesia di nomor tunggal putra, Simon Santoso, mengikuti jejak Taufik, pulang kampung ke Indonesia, tanpa gelar di Korea Open 2012. Langkah Simon terhenti di babak perempat final.
Simon yang bertemu untuk ketiga kalinya dengan pebulutangkis Cina, Du Pengyu, tunduk hanya melalui dua set langsung, 16-21 dan 19-21. Dengan hasil ini, di nomor tunggal putra, praktis Indonesia kehilangan gelar untuk pertama kalinya di tahun 2012.
Sejak set pertama, Simon memang sudah tertinggal dari Du Pengyu. Padahal Simon menang perolehan angka smes, yakni 8 smes, sementara Pengyu hanya memenangkan 7 smes. Akan tetapi di beberapa momen, Simon sering melakukan kesalahan sendiri. Akibatnya, pebulutangkis berusia 26 tahun itu kehilangan set pertama.
Main ‘ngotot’ di set kedua, Simon sempat mengimbangi lagi permainan Pengyu. Bahkan delapan kali terjadi saling serang dan raihan angka. Mulai dari titik di angka 10-18, keduanya saling mengumpulkan poin dan saling susul-menyusul.
Tapi, ketika mulai memasuki angka 19, Simon tertinggal lagi, dan Pengyu mampu menuntaskan permainan serta meninggalkan Simon di angka 19. Ini kemenangan kedua Pengyu atas Simon, Setelah terakhir, menang atas Simon di Macau Open, Desember 2011 lalu.
(Randy Wirayudha)