BUENOS AIRES – Menyusul kecelakaan Reli Dakar 2016 yang melibatkan 10 orang yang terluka termasuk lima anak-anak dan wanita yang hamil. Tahapan pertama event tersebut telah resmi dibatalkan oleh pihak penyelenggara, ditambah dengan kondisi cuaca ekstrim di Argentina.
Hujan deras yang sebelumnya mengguyur Argentina sangat berbahaya bagi peserta yang mengendarai kendaraan roda empat atau dua di tahapan pertama itu. Pasalnya setelah hujan itu, aliran air di beberapa daerah yang akan dilalui peserta menjadi deras dan berbahaya bagi keselamatan mereka.
“Saat ini hujan tak lagi mengguyur area tertentu, tapi cuaca tidak cukup bagus. Helikopter yang sangat dibutuhkan untuk menggaransi keselamatan partisipan selama balapan, tidak bisa terbang karena kondisi cuaca yang ekstrim sepanjang area dan di akhir tahapan,” bunyi pernyataan penyelenggara balapan diberitakan Sky Sports, Senin (4/1/2016).
“Hujan mengubah beberapa area tertentu menjadi aliran air yang deras. Air deras itu akan mencapai Villa Carlos Paz di bawah kondisi tertentu. Motor dan ATV akan berkendara dalam bentuk konvoi, mobil sendiri dan truk di jalur yang diamankan untuk dibantu kendaraan lainnya,” lanjut pernyataan itu.
Sedianya tahapan pertama Reli Dakar memakan jarak sejauh 5.000 mil yang akan dimulai dari Villa Carlos Paz, melalui sepanjang Argentina dan Bolivia sebelum akhirnya finis di Rosario pada 16 Januari 2016.
(Arief Hadi Purwono)