DENPASAR - Pacific Caesar Surabaya belumlah menjadi lawan yang sepadan bagi Dell Aspac Jakarta. Skor telak kemenangan Aspac atas Pacific masih menunjukan timpangnya kekuatan kedua tim. Aspac yang kembali mengandalkan para pemain mudanya menang telak 83-35.
Meskipun kalah pada akhirnya, Pacific memberikan kejutan yang luar biasa di kuarter pertama. Gege Nagata dan Dewa Gede Galih membombardir pertahanan Aspac yang tidak terkoordinasi dengan baik. Pacific sempat unggul hingga delapan angka di kuarter pertama sebelum akhirnya Aspac mengejar di akhir kuarter dan unggul tipis 26-22.
Tidak ingin mendapat kejutan yang lebih banyak lagi, Aspac menggenjot performanya di kuarter kedua. Pertahanan Aspac yang digalang oleh Isman Thoyib menjadi benteng yang sangat-sangat solid. Pacific hanya mampu mencetak tiga angka pada kuarter kedua. Sebaliknya, serangan Aspac yang meruncing meninggalkan Pacific jauh pada kedudukan 58-25 di akhir kuarter kedua.
Serangan Aspac menurun di kuarter ketiga. Namun demikian, Pacific pun tidak mampu memanfaatkan hal ini dengan baik. Aspac hanya mampu menambah delapan angka sementara Pacific tetap rendah dengan tambahan enam angka.
Dengan total rata-rata akurasi yang sangat rendah, 23 persen, Pacific benar-benar terkunci dan menjadi bulan-bulanan Aspac. Pringgo Regowo menjadi pemain terbaik dengan mencetak 17 angka. Disusul oleh Fandi Ramadhani dengan 15 poin. Pada kubu Pacific, Dewa Gede Galih meraih 11 poin, dan Gege Nagata hanya 10 poin.
(
raw)