Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Garuda Optimis Rebut Tiket Final

Mohamad Taufik (Koran Sindo) , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2009 |17:19 WIB
Garuda Optimis Rebut Tiket Final
A
A
A

BANDUNG - Garuda Bandung akan menjamu Aspac Jakarta Final Four IBL Game III di GOR C'Tra Arena, Selasa (14/7/2009). Garuda optimis merebut tiket ke final IBL dan menantang Satria Muda.

Pelatih Garuda Bandung, Raoul Miguel Hadinoto sejauh ini lumayan terkejut dengan performa Aspac Jakarta yang memaksa Garuda bertarung alot hingga game III atau terakhir final four IBL 2009.

Ebos, sapaan eks pelatih Kalila Jakarta (Pelita Jaya) itu, berharap akhir cerita yang terjadi di game II saat Denny Sumargo dkk sukses menjinakan Aspac 65-60 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1, kembali terulang pada game yang menentukan siapa lawan Satria Muda (SM) Jakarta di partai final IBL musim ini.

"Yang diperlukan tinggal mempertahankan dan memperbaiki keseimbangan di sektor offense dan defense yang di game pertama sepertinya tak bisa kami tunjukan. Kenyataan di lapangan kekuatan Aspac tak bisa dikesampingkan, mereka sangat solid dan tidak bergantung pada satu atau dua pemain saja," tutur Ebos.

Meski masih bermasalah dengan finishing, tapi Ebos merasa optimis kemenangan di game II membuat tekanan anak asuhnya berkurang. Permainan defense Garuda yang selama fase reguler dinilai sebagai salah satu titik lemah, dianggap cenderung lebih baik.

Tapi keputusan manajemen mendatangkan pelatih asal Filipina Geraldo Ramos untuk mendampingi Ebos dan khusus diberikan tugas membenahi sektor defense, masih perlu dibuktikan.

Bagi Aspac kemenangan berarti mengacaukan skenario final idaman dan tentu saja menghancurkan harapan pemilik Mahaka, Erick Thohir yang notabene merupakan orang nomor satu dibalik bendera SM dan Garuda. Erick tentu lebih berharap dua klub yang dikuasainya itu tampil di laga puncak seperti musim lalu.

Pelatih Tjetjep Firmansyah meminta Xaverius Prawiro dkk kembali ke konsentrasi penuh seperti di game I saat mampu membuat para shooter Garuda frustasi. "Garuda tentunya lebih termotivasi, pertandingan terakhir akan berlangsung sengit. Dalam pertandingan krusial, faktor mental dan konsentrasi sangat menentukan," tandas Tjetjep.

(Hendra Mujiraharja)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement