
Postur tubuh yang pendek juga membuat hambatan udara saat balapan lebih kecil. Dengan hambatan yang rendah, motor bisa melaju lebih cepat di lintasan.
Hambatan udara mempengaruhi kecepatan motor secara langsung. Semakin besar hambatannya, semakin kuat dorongan yang menahan motor ke belakang. Karena itu, pembalap berpostur pendek lebih diuntungkan.
Peran tubuh pembalap dalam aerodinamika juga didukung penelitian. Studi simulasi dalam jurnal Energies (MDPI) pada 2022 menemukan bentuk dan posisi tubuh pembalap sangat memengaruhi kinerja aerodinamika motor.
Dalam studi itu, luas bagian depan motor dan pembalap bertambah sekira 37 persen saat pembalap menegakkan badan. Makin luas bagian depan, makin besar pula hambatan udara yang harus dilawan. Artinya, semakin kecil tubuh pembalap, semakin sedikit angin yang menahan laju motor.
Jadi, postur pendek bukan sekadar kebetulan. Itu justru memberi keuntungan pada bobot, penggunaan bahan bakar, dan kecepatan motor di MotoGP.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.