JAKARTA - Mengapa pembalap MotoGP rata-rata bertubuh pendek? Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan penggemar balap.
Apalagi, MotoGP 2026 kini memasuki fase penentuan juara dunia dengan persaingan yang semakin ketat. Di antara para pembalap yang bersaing, sebagian besar memang tidak berpostur tinggi.
Lantas, apa yang membuat postur pendek lebih menguntungkan di lintasan MotoGP?
Pembalap bertubuh pendek cenderung memiliki berat badan yang ringan. Kondisi ini membuat beban yang ditopang motor berkurang.
Jika bobot pembalap terlalu berat, gaya gesek ban dengan jalan ikut terpengaruh. Akibatnya, motor tidak bisa melaju dengan kecepatan optimal.
Meski begitu, ada perhitungan bobot ideal pembalap untuk setiap motor. Semakin sesuai hasil perhitungannya, semakin optimal laju motor. Jika pembalap terlalu ringan, teknisi akan menambahkan pemberat pada motor agar pusat gravitasinya lebih optimal.
Pembalap bertubuh pendek dengan berat badan ringan membuat motor lebih irit bahan bakar. Sebab, beban motor lebih sedikit sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien.
Hal ini penting karena berdasarkan regulasi FIM yang dimuat di situs resmi MotoGP, kapasitas tangki dibatasi maksimal 22 liter untuk balapan Grand Prix. Jika bahan bakar habis lebih cepat akibat penggunaan yang tidak efisien, pembalap bisa menghadapi masalah besar.