Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pertemuan Rahasia Lewis Hamilton dan Red Bull Racing yang Akhirnya Terkuak

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2026 |01:01 WIB
Kisah Pertemuan Rahasia Lewis Hamilton dan Red Bull Racing yang Akhirnya Terkuak
Pembalap Tim Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton. (Foto: Instagram/lewishamilton)
A
A
A

SEBELUM memutuskan bergabung dengan Mercedes AMG Petronas di Formula One (F1) pada musim 2013, Lewis Hamilton ternyata sempat berupaya berlabuh ke Red Bull Racing. Fakta mengejutkan ini diungkapkan oleh mantan bos Red Bull, Christian Horner, melalui autobiografi terbarunya yang berjudul Drive.

Pertandingan F1 secara live dapat disaksikan streaming di Vision+ channel beIN Sport dengan klik di sini.

Langkah Hamilton meninggalkan McLaren pada akhir musim 2012 demi bergabung dengan Mercedes sempat memicu banyak pertanyaan di paddock F1. Namun, sebelum sepakat dengan Tim Panah Perak, pembalap asal Inggris tersebut rupanya menjadikan Red Bull sebagai destinasi impian utamanya.

Hamilton, yang meraih gelar juara dunia pertamanya bersama McLaren pada 2008, memang terlihat frustrasi sepanjang musim 2012. Rangkaian masalah teknis pada mobil McLaren dan hubungannya yang merenggang dengan Jenson Button disinyalir menjadi pemicu utama niatnya untuk hengkang.

Sinyal kepindahan tersebut mulai menguat ketika ayah Hamilton menghubungi Horner, yang kemudian berlanjut pada sebuah diskusi rahasia. Pertemuan khusus itu digelar secara tertutup di kediaman perancang mobil ternama Red Bull, Adrian Newey, di kawasan Ascot.

1. Impian Duet Bintang

Dalam pertemuan tersebut, Hamilton secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk bergabung dengan tim bertanduk merah tersebut. Kesempatan untuk menyandingkan Hamilton dengan Sebastian Vettel tentu menjadi prospek yang sangat menggiurkan bagi petinggi teknis Red Bull.

Lewis Hamilton
Lewis Hamilton

"Apa yang dibutuhkan agar saya bisa bergabung dengan kalian?" ujar Hamilton saat duduk bersama para petinggi Red Bull dalam pertemuan tersebut, dikutip dari Crash, Kamis (22/1/2026).

Adrian Newey sangat antusias dengan peluang memboyong sang juara dunia 2008 yang dikenal tangguh di lintasan basah dan tak gentar berduel. Namun, mantan penasihat Red Bull, Helmut Marko, justru merasa khawatir kedatangan Hamilton akan mengganggu posisi Vettel sebagai pembalap utamanya.

 

Selain pertimbangan dinamika internal tim, tembok terbesar yang menghalangi kepindahan tersebut adalah tuntutan finansial. Pihak manajemen Hamilton mengajukan nilai kontrak yang sangat fantastis untuk mewujudkan kesepakatan tersebut.

2. Negosiasi Bernilai Fantastis

Agen Hamilton kala itu, Simon Fuller, bahkan melontarkan penawaran pembuka yang sangat berani demi meloloskan kepindahan kliennya. Kalimat bernada optimistis tersebut langsung disambut tawa oleh Horner yang memahami betul bahasa pemasaran para agen olahraga.

"Anda dan saya bisa membuat kesepakatan olahraga terbesar sejak zaman Muhammad Ali," kata Fuller dengan penuh percaya diri kepada Horner.

Pevita Pearce dan Lewis Hamilton
Pevita Pearce dan Lewis Hamilton

Meski menyadari potensi pemasaran Hamilton yang luar biasa, pihak Red Bull akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkannya karena biaya yang dibutuhkan terlalu tinggi. Hamilton pada akhirnya memilih bergabung dengan Mercedes dan berhasil menyabet enam gelar juara dunia tambahan sebelum pindah ke Ferrari pada 2025.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement