"Ketika dia tidak memulai balapan, pola pikir saya berubah total. Dari yang tadinya 'saya ingin memenangkan balapan ini apa pun yang terjadi', menjadi 'saya hanya perlu finis di empat besar untuk mengunci gelar juara'," sambung Stoner.
Kendati memimpin jalannya balapan dengan nyaman saat lintasan kering, cuaca ekstrem tiba-tiba menghampiri menjelang akhir lomba. Hujan turun di pertengahan balapan hingga menyebabkan sejumlah pembalap terjatuh, yang memaksa Stoner bertarung hebat dengan risikonya sendiri.
Stoner mengakui sangat sulit menjaga keseimbangan antara ambisi memenangkan balapan di kandang sendiri dengan tuntutan bermain aman demi menyegel trofi juara dunia. Namun, ia berhasil mengendalikan situasi dan membawa motornya finis pertama hingga menorehkan sejarah manis dalam kariernya.
"Dalam kondisi kering, kami tahu kami akan menang. Namun di pertengahan balapan, hujan mulai turun dan saya hampir saja terjatuh. Terjadi perang batin dalam pikiran saya mengenai seberapa besar saya harus menekan dan mengambil risiko. Sangat sulit menemukan keseimbangan untuk membawa motor sampai ke garis finis," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.