BOLOGNA – Masa depan Maverick Vinales di ajang MotoGP masih dibalut ketidakpastian jelang berakhirnya musim 2026. Setelah dipastikan kehilangan tempatnya di tim KTM Tech3 akibat keretakan hubungan yang terjadi sepanjang musim panas lalu, pemenang 10 balapan MotoGP itu terancam absen dari persaingan musim depan.
Keterlambatan negosiasi kontrak dengan KTM membuat Vinales kehilangan momentum untuk mengamankan kursi di tim lain. Di tengah ketidakjelasan kariernya, muncul rumor kuat yang mengaitkannya dengan peran sebagai pembalap penguji (test rider) untuk pabrikan raksasa Ducati pada musim 2027.
Namun, Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, dengan cepat menepis kabar burung tersebut. Ia menegaskan isu bergabungnya pembalap asal Spanyol itu sama sekali tidak berdasar dan hanya rekaan media semata.
Tardozzi menjelaskan isu ini mencuat setelah seorang jurnalis melihat dirinya berjalan bersama Vinales di area paddock Sirkuit Motegi. Kedekatannya dengan Vinales murni karena ikatan persahabatan personal yang sudah terjalin cukup lama.
"Saya sudah lama menjalin hubungan dekat dengan Maverick, bahkan tukang pijat pribadinya adalah teman masa kecil anak saya. Seorang jurnalis melihat kami berjalan bersama dan langsung merangkai cerita tersebut," ungkap Tardozzi, dikutip dari Crash, Sabtu (17/10/2026).
Kendati membantah kesepakatan dengan Vinales, Tardozzi tidak memungkiri Ducati memang harus mulai memikirkan suksesor untuk posisi pembalap penguji. Faktor usia Michele Pirro yang kini telah menginjak 40 tahun menjadi pertimbangan utama Ducati dalam menatap masa depan.
Apalagi, Ducati juga akan kehilangan Nicolo Bulega yang dipromosikan mengisi kursi balap reguler di tim VR46 pada musim depan. Situasi ini membuat opsi pembalap penguji Ducati semakin terbatas jika dibandingkan dengan rival seperti Yamaha, Honda, dan KTM yang diperkuat mantan pembalap berpengalaman.