JAKARTA – Pebulu tangkis Indonesia, Rinov Rivaldy, mencatatkan prestasi tertingginya di level junior setelah keluar menjadi juara dunia junior 2017 di nomor ganda campuran. Berpasangan dengan Pitha Haningtyas Mentari, pemain kelahiran Bekasi itu meraih medali emas pertamanya bagi Indonesia.
Sama halnya dengan Gregoria Mariska, kemenangan ini juga merupakan keikutsertaannya yang terakhir di ajang Kejuaraan Dunia level junior. Setelah tampil menjadi juara dunia, Rinov akan mematangkan diri di level senior untuk meraih prestasi selanjutnya.
Meski begitu, pemain yang genap berusia 18 tahun pada 12 November nanti mengaku tak ingin cepat puas. Sebab menurutnya ini baru awal. Masih ada jenjang senior yang harus ia taklukkan untuk bisa meneruskan jejak seniornya di level yang lebih tinggi.
Baca juga Jadi Juara Dunia Junior 2017, Gregoria Mariska dan Rinov Rivaldy Dapat Kucuran Bonus dari Klub
“Kalau untuk harapan jangan cepat puas, tetap latihan giat karena ini baru awal, tahun depan masih harus ada target lagi. Kalau bisa nantinya jadi juara dunia senior, Olimpiade dan All England,” ungkap Rinov di Jakarta, Kamis (2/11/2017).
“Kalau persiapan ke senior, kami sudah ada pertandingan di senior. Jadi ya jalani saja dulu kami lihat target ke depan. Pokoknya selalu maksimal,” tambahnya.
Selain meraih gelar juara di nomor ganda campuran, Rinov juga mencatatkan prestasi lainnya di nomor ganda putra pada ajang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017. Ia tampil menjadi semifinalis dan merebut medali perunggu bersama Yeremia Erich Yoche Yacob.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.