BOLOGNA - Max Mosley mengancam membatalkan perjanjian damai antara FIA dan FOTA, jika Luca di Montezemolo tidak bersedia meminta maaf kepadanya. Namun, presiden Ferrari itu menolak meladeni permintaan Mosley itu.
Seperti diketahui, Mosley dan FOTA sempat mencapai kesepakatan untuk berdamai pada Rabu (24/6/2009) kemarin, guna menyelamatkan masa depan F1. Namun, secara mengejutkan Mosley membatalkan kesepakatan itu secara sepihak.
Mosley sangat tersinggung dengan ucapan diktaktor yang dikeluarkan Luca di Monteezemolo kepada media. Dia mengaku kecewa dengan sikap presiden FOTA tersebut.
Tapi Montezemolo menolak untuk meminta maaf. Presiden FOTA itu lebih mengutamakan menyelematkan masa depan Formula One (F1), ketimbang terus bersitegang dengan Mosley.
"Saya sangat senang dengan perdamaian ini dan saya tidak terskejut. Sebab, saya mengerti bahwa mereka sudah kesal dengan polemic, peraturan tidak jelas yang berubah setiap bulan," cetus Montezemolo.
"Kami membutuhkan stabilitas. Kami ingin kedamaian dan transparasi. Kami mencintai F1 yang terkenal sangat ekstrem dalam bidang teknologi. Pembalap dan tim terbaik, itu yang kami inginkan," tegas pria asal Italia itu.
"Saya rasa sangat penting untuk mengembalikan F1 ke masa 1990an dan juga mempertahankan kualiftas F1 dan bukan menjadi F3. Ini sangat krusial buat kami," tandasnya.
"Selain itu, kami ingin para penonton lebih banyak membanjiri sirkuit dan kami ingin mengurangi harga tiket karena saat ini tiket terlalu mahal untuk dijangkau," tutupnya dikutip autosports, Sabtu (27/6/2009).
(Hendra Mujiraharja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.