BANDUNG - Setelah sembilan tahun menanti, Garuda Bandung akhirnya kembali bisa merasakan gelar juara. Kendati hanya sebatas turnamen pra-musim kompetisi reguler 2009, namun cukup menghapus dahaga dan penantian panjang klub kebanggaan masyarakat Kota Bandung tersebut.
Garuda menjadi jawara turnamen IBL 2008 usai mengandaskan Satria Muda (SM) Jakarta 58-53 di GOR C'Tra Arena, Kota Bandung, Minggu (14/12/2008) malam.
Terakhir kali, Garuda merasakan nikmatnya berstatus kampiun ketika menjuarai kompetisi Kobatama 1999 (sebelum berubah nama menjadi IBL). Ketika itu masih bernama Panasia Indosyntex dan diperkuat salah satu generasi terbaik seperti Antonius Joko Endratmo dan Saut Lambok Johnson. Uniknya, cincin juara Kobatama yang diraih Garuda diperoleh setelah menaklukan SM di partai puncak.
"Kami tak mau memikirkan hal lain. Biarkan kami, fans dan seluruh masyarakat terutama masyarakat Bandung yang selama ini memberi dukungan maupun doa berpesta dan menikmati gelar juara ini," ungkap Manajer Garuda, Simon Pasaribu yang tampak tak bisa menyembunyikan perasaan usai pertandingan.
Pria bertubuh subur itu memang layak bangga. Sebab setelah sekian musim duduk sebagai manajer, inilah gelar pertama yang dipersembahkan bagi Garuda.
"Kami juara karena doa, kerja keras dan diberikan banyak keberuntungan oleh Yang di atas. Sekarang nikmati kemenangan ini sampai puas. Baru setelah itu kita berpikir soal juara di kompetisi reguler (2009) nanti," jelas Simon.
Pelatih Garuda Roul Miguel juga tak kalah antusias menyambut kemenangan sekaligus gelar perdana di tahun perdana ia menangani Garuda.
"Kuncinya ada di pertahanan. Sejak awal pertandingan saya selalu tekankan kepada pemain fokus dan fokus di pertahanan," jelas Roul yang musim lalu menangani Kalila Jakarta (kini Pelita Jaya).
Keseluruhan penampilan Garuda memang layak diacungi jempol. Tampil dibawah dukungan mayoritas sekitar lima ribu penonton, Garuda tampil ngotot untuk mengimbangi kualitas dan kematangan SM.
Tembakan tiga Deny Sumargo di pertengahan kuarter dua seolah jadi awal keberhasilan Garuda mengunci permainan SM. Total di kuarter dua, SM hanya mengemas enam angka. Sebaliknya Garuda berhasil mendulang 20 poin dan menutup kuarter dua dengan keunggulan 32-18.
Meski SM sempat mengejar di kuarter tiga, namun di kuarter terakhir Garuda kembali menjauh melalui tembakan-tembakan tiga angka yang disumbang Agustinus Dapas Sigar yang total melesakan tiga kali tembakan tiga angka di kuarter terakhir.
Baiknya akurasi tembakan tiga angka Garuda (23.1 persen), inilah yang dinilai arsitek SM, Fictor 'Ito' Roring jadi kunci keberhasilan Garuda sekaligus petaka bagi SM.
"Akurasi tembakan dua maupun tiga angka kami malam ini sangatlah buruk (14.3 persen). Sebaliknya para shooter Garuda malam ini tampil on fire terutama di kuarter terakhir," kata Ito yang terlihat masih tegang dan tanpa henti menghisap rokok putih seusai pertandingan.
Gelar juara yang diraih Garuda kian lengkap setelah, forward andalan Denny Sumargo yang pada laga ini total mengemas 17 angka terpilih sebagai MVP atau pemain terbaik turnamen IBL 2008.
Sementara itu, Aspac Jakarta sukses meraih gelar sebagai juara tiga usai mengandaskan perlawanan CLS Surabaya 73-56.
Riko Hartono tampil sebagai MVP dengan mengepak 17 poin. Kemenangan tim yang diarsiteki pelatih sarat pengalaman, Tjetjep Firmansyah itu juga tak lepas dari permainan bertahan Mohammad Isman Thoyib (center)yang tampil kokoh lewat 14 rebound yang dikemasnya.
Daftar juara turnamen IBL: 2006 Satria Muda Jakarta 2007 Satria Muda Jakarta 2008 Garuda Bandung
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari