Di Asian Para Games kali ini, boccia Indonesia bahkan berhasil melampaui target awal cabang olahraga tersebut yang hanya membidik satu medali emas. Erick menegaskan, capaian tersebut harus menjadi dorongan untuk memperkuat sistem pembinaan agar prestasi atlet dapat terus terjaga di level internasional.
“Ini yang terus kita dorong dalam transformasi olahraga nasional. Kita ingin prestasi lahir dari sistem pembinaan yang konsisten, bukan hanya bergantung pada momentum. Ketika atlet yang sudah berprestasi di tingkat dunia kembali mampu meraih emas di Asian Para Games, artinya ada kesinambungan pembinaan yang harus kita jaga dan perkuat. Inilah yang disebut olahraga sebagai investasi untuk prestasi dan kebanggaan bangsa,” tutur Erick.
Meski target tujuh medali emas telah terlampaui, Erick mengingatkan kontingen Indonesia agar tidak cepat berpuas diri. Menteri berusia 56 tahun itu menyebut masih ada atlet Merah Putih yang berpeluang menambah medali dalam pertandingan berikutnya.
“Sejak awal saya menyampaikan keyakinan bahwa kita memiliki peluang untuk melampaui tujuh emas. Alhamdulillah, sekarang sudah terbukti. Namun, kita tidak boleh berhenti di sini. Masih ada atlet-atlet kita yang berjuang dan memiliki peluang untuk menambah emas. Kita terus doakan dan dukung agar meberikan yang terbaik untuk Indonesia. Setiap kesempatan harus kita perjuangkan sampai akhir,” tutup Erick.
(Rivan Nasri Rachman)