PEMBALAP Tim Leopard Racing, Adrian Fernandez, merasa lega setelah banding yang ia ajukan bersama timnya terkait sanksi kontroversial resmi diterima oleh Pengadilan Tinggi Internasional FIM. Keputusan ini mengakhiri masa-masa berat yang sempat mencederai awal musim kompetisi Moto3 2026 bagi pembalap asal Spanyol tersebut sekaligus menggeser status Veda Ega Pratama yang sempat menjadi pembalap Honda terbaik di Moto3 hingga GP Mandalika.
Sebelumnya, Fernandez harus menghadapi kenyataan pahit ketika seluruh hasil dari enam seri balapan awal musim ini didiskualifikasi. Hukuman tersebut dijatuhkan karena Leopard Racing dinilai telah melakukan pelanggaran teknis berupa membuka segel mesin tanpa mengantongi izin resmi.
Akibat sanksi berat itu, raihan podium penting milik Fernandez musnah, termasuk podium kedua yang sukses ia amankan pada Moto3 Spanyol dan GP Prancis. Situasi ini tentu memberikan pukulan telak secara mental maupun perolehan poin bagi sang pembalap di papan klasemen sementara.
Namun, penantian panjang dan perjuangan tim hukum membuahkan hasil manis ketika International Court of Appeal mengeluarkan putusan resmi pada Kamis 15 Oktober 2026. Pengadilan tertinggi olahraga motor internasional tersebut menyatakan banding Leopard diterima dan mereka terbukti tidak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan.
Melalui putusan tersebut, seluruh hasil balapan awal musim Fernandez dinyatakan pulih sepenuhnya. Poin berharga serta podium yang sempat dicabut kini resmi dikembalikan kepada sang pembalap, membawa angin segar bagi garasi Leopard Racing.
Menanggapi kemenangan di meja hijau ini, Adrian Fernandez tak bisa menyembunyikan rasa haru dan leganya. Melalui akun media sosial pribadinya, ia menegaskan keyakinannya yang tidak pernah luntur terhadap kapasitas dan integritas tim yang menaunginya.
"Saya tidak pernah meragukan tim ini ataupun orang-orang yang menjadi bagian di dalamnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memercayai kami di masa-masa yang sangat sulit. Pada akhirnya, keadilan telah ditegakkan," ungkap Fernandez mengekspresikan rasa syukurnya, dikutip dari instagram pribadi Fernandez, Minggu (18/10/2026).
Dipulihkannya seluruh poin dari seri awal membuat posisi Fernandez di klasemen diprediksi terdongkrak secara signifikan. Berdasarkan kalkulasi ulang, pembalap Spanyol ini sukses merangsek kembali ke jajaran lima besar klasemen sementara Moto3 2026 dengan mengantongi total 147 poin. Kendati demikian, hingga berita ini dibuat, laman resmi MotoGP belum mengubah posisi Fernandez.
Jika nantinya klasemen sudah diubah, maka kembalinya poin tersebut otomatis membuat Adrian Fernandez merebut kembali status sebagai pembalap Honda terbaik. Gelar informal tersebut sebelumnya sempat dipegang oleh pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, yang posisinya kini harus mengalami pergeseran.
Seperti yang diketahui, saat ini Veda bertengger di peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 115 poin. Posisi itulah yang menjadikan Veda Ega menjadi rider Honda terbaik di kelas Moto3 2026 sejauh ini.
(Rivan Nasri Rachman)