Meskipun kehadirannya di Tanah Air disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh publik voli nasional, langkah klub yang dibelanya harus terhenti lebih awal sebelum babak final four. Kendati petualangannya di Indonesia rampung lebih cepat, Sabina tetap meninggalkan kesan manis serta apresiasi tinggi atas sambutan hangat suporter lokal.
Menjelang pengujung tahun 2025, ia sempat pulang ke kampung halaman guna memperkuat klub asal Kazakhstan, Astana. Namun, dinamika karier membawanya untuk meninggalkan klub tersebut pada pertengahan tahun 2026 ini dan kini tengah berstatus tanpa klub.
Apapun liku-liku dan dinamika yang mewarnai perjalanan karier olahraganya di masa mendatang, Sabina Altynbekova telah membuktikan bahwa prinsip hidup dan nilai spiritualitas yang kokoh adalah harta paling berharga yang tidak akan pernah luntur oleh zaman.
(Rivan Nasri Rachman)