FUZHOU – Ganda putra Indonesia, Berry Angriawan/Hardianto, harus menelan luka kala tumbang di babak pertama turnamen China Open Super 750 2018. Berry/Hardianto dikalahkan oleh pasangan Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong, melalui pertandingan dua gim langsung dengan skor 20-22 dan 21-18.
Selepas laga, Berry dan Hardianto menjelaskan bahwa kekalahannya dari Goh/Tan disebabkan oleh kesalahan-kesalahan mereka sendiri. Pada awal gim pertama, Berry/Hardianto sebenarnya sudah langsung unggul 7-1 atas Goh/Tan. Sayangnya, saat pasangan Malaysia mulai mendapatkan poin beruntun dan mengejar, Berry/Hardianto tak bisa tampil tenang.
(Baca juga: Bangganya Tontowi/Liliyana Hajar Wakil Malaysia di China Open 2018)
Pasangan Indonesia itu mengaku kurang bisa menghadapi tekanan yang mereka hadapi. Hal yang sama pun terjadi pada gim kedua kala Berry/Hardianto yang semula sudah unggul 10-5, perolehan poinnya lantas terkejar oleh Goh/Tan. Berry mengakui kalau pengembalian bolanya kurang baik, sehingga bisa dimanfaatkan Goh/Tan.
“Kami sudah bisa unggul di gim pertama, namun kami kurang tenang dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Saat bisa menyamakan kedudukan lagi, kami malah kurang tenang lagi,” beber Hardianto, menyadur dari laman resmi PBSI, Rabu (7/11/2018).
"Lawan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri. Kekalahan tadi lebih dikarenakan faktor kami yang banyak kesalahan sendiri, sudah unggul jauh, namun pengembalian kami banyak yang mengambang dan kami banyak mengarahkan bola ke atas, sehingga mudah untuk diserang lawan. Itu terjadi karena kami kurang tenang dan tidak bisa kontrol. Jadi panik dan arah pengembaliannya tidak tepat," jelas Berry.
(Fetra Hariandja)