LESMO – Salah satu mekanik yang paling dihormati di paddock MotoGP, Ramon Forcada, melontarkan pujiannya pada sosok Casey Stoner, pengoleksi dua gelar juara dunia MotoGP yang pensiun dini dari dunia balap motor pada akhir musim 2012 lalu.
Forcada kini bekerja untuk Movistar Yamaha untuk membantu Maverick Vinales. Namun 11 tahun lalu, ia bekerjasama dengan Stoner. Seperti diketahui, pria Australia itu memang memulai debutnya di MotoGP pada 2006 bersama Tim LCR Honda.
Sering gagal finis akibat terjatuh, Stoner hanya finis di peringkat delapan klasemen rider MotoGP 2006. Namun, di musim berikutnya, Stoner hijrah ke Ducati Corse dan hebatnya langsung menyabet gelar juara dunia. Stoner lantas menjadi kampiun lagi pada 2011, saat membela panji Repsol Honda.
Sayang, karena alasan kejenuhan, Stoner memutuskan gantung helm sebagai rider utama pada akhir musim 2012, saat usianya masih 27 tahun. Sempat berperan sebagai test rider Honda setelah pensiun, Stoner kini bekerja bersama Ducati untuk jabatan serupa, plus sebagai brand ambassador.
“Dia (Stoner) adalah seorang monster di atas motor!” buka Forcada, sebagaimana dilansir Motorsport.
“Dia tahu kalau dirinya cepat, saya kira, namun itu bukan kasusnya. Yang jelas, Anda berikan dia motor yang persis dia mau, maka dia bisa melakukan apa saja dan bisa mengalahkan siapa saja. Ya, apapun!” puji mekanik asal Spanyol itu.
“Secara fisik, dia mungkin bukan sosok yang disiplin guna menjaga kondisi atau kebugaran. Ini cerita saat dia meraih pole position pertamanya; ia ketinggalan pesawat dan baru tiba saat sesi latihan benar-benar akan dimulai. Dan ia juga baru memakan sebatang cokelat yang diberikan seseorang di mobil saat perjalanan ke sirkuit,” celoteh Forcada.
“Ini gila! Namun, saya tidak pernah tahu ada seseorang dengan talenta luar biasa seperti halnya Casey. Talentanya sangat alami, dan pastinya ia sangat cepat. Dia seharusnya bisa memenangi title juara dunia sebanyak yang ia inginkan! Saya bisa bilang kalau sejauh ini dia adalah rider terbaik yang pernah bekerjasama dengan saya” tukas mekanik yang juga pernah menyokong Jorge Lorenzo ini.
(Rully Fauzi)