BANDUNG - Rasa bangga menggelayut dalam benak Hendika Ramadhoni usai meraih medali emas di cabang olahraga (cabor) tarung derajat Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Ia berhak atas medali emas di kelas 55,1-58 kilogram putra.
Bermain di GOR Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (28/9/2016), ia berhasil mengalatkan Suhermansyah, atlet tarung derajat asal Aceh yang menjadi lawannya di final.
"Senang sekali, alhamdulillah atas izin Allah SWT bisa berhasil menyumbang medali emas untuk Sumatera Barat," kata Hendika.
Baginya, pencapaian saat ini adalah buah yang sempurna hasil kerja kerasnya selama ini. Apalagi ia merupakan mahasiswa semester akhir Universitas Negeri Padang yang sedang sibuk-sibuknya.
Persiapan untuk menjadi yang terbaik dalam PON jelas bukan hal mudah bagi Hendika. Sebab ia harus mempersiapkan diri sebaik mungkin selama sekira tujuh bulan sebelum bertarung di PON.
"Medali ini sangat istimewa karena banyak sekali waktu yang dikorbankan, mulai dari latihan, kita harus disiplin setiap hari pagi-sore. Otomatis saya sebagai mahasiswa juga harus bisa mengatur jadwal kuliah dan latihan," tuturnya.
Terkait pertarungannya dengan Suhermansyah di babak final, Hendika harus melaluinya dengan sengit dalam tiga babak. Total, ia menang dengan skor 2-1.
Ia sendiri tidak peduli siapa lawan yang dihadapinya. Sebab ia sudah melakukan persiapan dengan matang bersama tim pelatih. "Pelatih bilang ketemu lawan siapapun (di final) kita harus siap dan percaya Allah SWT akan memberikan yang terbaik," ucap Hendika.
Alhasil, pengalaman pertama di PON menjadi sesuatu yang manis bagi Hendika. Sebab di awal debutnya, ia berhasil menggondol medali emas yang sangat diinginkan atlet lain.
"Yang spesial, otomatis medali ini untuk orangtua dan keluarga besar saya," pungkas Hendika.
(Ramdani Bur)