ASSEN - Jorge Lorenzo berhasil melanjutkan performa gemilangnya di GP Inggris dengan memenangi GP Belanda di Sirkuit Assen, Sabtu (26/6/2010). Namun, Lorenzo menilai kemenangannya kali ini lebih sulit ketimbang saat memenangi seri terakhir di Silverstone.
Sama seperti balapan di Silverstone, Lorenzo mengawali balapan di Assen dengan menyabet pole-position dan terus memimpin balapan hingga akhir. Namun bedanya, kali ini pembalap FIAT Yamaha ini sempat mendapat tekanan dari dua pesaingnya Dani Pedrosa dan Casey Stoner hingga pertengahan balapan.
“Balapan kali ini sedikit lebih sulit ketimbang di Silverstone,” papar Lorenzo. “Ya, sedikit sulit karena Dani (Pedrosa) sangat cepat dengan menggunakan ban lembut,” tambahnya usai balapan seperti dilansir Autosport.
“Selain Dani, Casey (Stoner) juga sangat cepat di awal. Jadi, saya harus ekstra fokus di sepuluh lap awal dan ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah,” lanjut pembalap tunggal Yamaha setelah Valentino Rossi absen karena cedera, dan penggantinya Wataru Yoshikawa baru akan turun pada seri Katalunya.
Lebih lanjut, Lorenzo juga mengakui bila faktor pemilihan ban keras yang digunakannya memberikan keuntungan tersendiri baginya di balapan. Dengan menggunakan ban keras, Lorenzo berhasil unggul 2.9 detik dari runner-up, Dani Pedrosa.
“Kami menggunakan ban yang sedikit lebih keras. Jadi, saya tahu bahwa saya memiliki sedikit keuntungan di akhir balapan. Jadi, keputusan menggunakan ban keras Bridgestone merupakan pilihan tepat,” imbuhnya.
Kemenangan di Assen juga mengantar Lorenzo mencatatkan hatrrick kemenangan setelah sebelumnya sempat memenangi balapan di Assen saat masih turun di kelas 125cc dan 250cc.
Saya sangat bahagia bisa menang di sini di tiga kelas berbeda. Ini (Assen) merupakan merupakan tempat yang bersejarah bagi saya,” tukasnya bahagia.
Dengan keberhasilan ini, Pedrosa kian mantap memimpin klasemen sementara dengan raihan 140 poin, atau unggul jauh 47 poin dari pesaing terkuatnya Dani Pedrosa yang bertengger di tempat kedua dengan koleksi 93 poin.
(Achmad Firdaus)