Aturan ketat ini tidak hanya berlaku untuk kelas utama MotoGP. Para pembalap di kelas Moto2 dan Moto3 juga terikat pada standar profesionalisme yang sama, meski dengan besaran nominal denda yang disesuaikan.
Penerapan sanksi tegas ini disinyalir sebagai buntut dari insiden yang melibatkan Marc Marquez di GP Jepang beberapa waktu yang lalu. Saat itu, pembalap tim pabrikan Ducati Lenovo tersebut memilih absen dalam ajang balap gokart promosi dan justru mengirimkan peran pengganti.
Kala itu, Marquez beralasan harus mengompres bahunya yang cedera dengan es demi menjaga kondisi fisik menjelang balapan utama. Ia menegaskan bahwa dalam perburuan gelar juara dunia, prioritas utama adalah kesehatan fisiknya di atas lintasan.
Kendati demikian, sejumlah pembalap lain juga kerap mengeluhkan makin padatnya tuntutan waktu di luar lintasan. Tekanan terhadap fisik dan mental mereka dinilai makin berat, terlebih dengan perubahan format balapan mendatang yang kian menyita energi para pembalap.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.