Kunlavut Vitidsarn juga gagal melangkah jauh setelah terhenti di babak perempatfinal. Hasil serupa dialami Anders Antonsen yang harus mengakhiri perjalanannya pada fase yang sama.
Peluang untuk merebut posisi nomor satu dunia sebenarnya juga terbuka bagi Chou Tien Chen. Tunggal putra Taiwan tersebut mampu melaju hingga semifinal sehingga berpotensi mengumpulkan tambahan poin yang cukup untuk mengubah persaingan di papan atas ranking BWF.
Namun, langkah Chou Tien Chen akhirnya terhenti setelah kalah dari wakil Jepang, Kodai Naraoka, di babak semifinal. Hasil itu membuat Jonatan Christie tetap berada di posisi terdepan dalam perhitungan ranking hingga akhirnya resmi menguasai peringkat pertama dunia.
Pencapaian ini menjadi catatan bersejarah bagi bulu tangkis Indonesia di sektor tunggal putra. Jonatan menjadi pemain Indonesia pertama yang menempati peringkat satu dunia pada era penghitungan ranking BWF modern.
Jonatan Christie berhasil mengikuti jejak Taufik Hidayat yang terakhir kali menduduki posisi teratas dunia pada 2000. Dengan demikian, Jojo mengakhiri penantian selama 26 tahun bagi Indonesia untuk kembali melihat tunggal putra Merah Putih menjadi nomor satu dunia.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.