Share

Sejarah Singkat Tinju di dunia dan Indonesia

Salma Sita Rosulina, Jurnalis · Senin 23 Januari 2023 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 22 43 2751101 sejarah-singkat-tinju-di-dunia-dan-indonesia-CnoJbfXfHO.jpg Chris John, petinju legendaris Indonesia (Foto: WBA)

SEJARAH singkat tinju di dunia dan Indonesia akan dibahas di sini. Indonesia pernah memiliki beberapa petinju ternama, sebut saja Chris John, Ellyas Pical, dan Daud Yordan.

Tinju merupakan olahraga dan seni beladiri yang menampilkan 2 orang peserta dengan berat yang tidak jauh berbeda sesuai dengan kelasnya. 2 orang peserta tersebut bertanding satu sama lain dengan menggunakan tinju atau pukulan mereka pada rangkaian pertandingan yang berinterval 1x3 menit atau yang disebut ronde.

Muhammad Ali

Kedua petarung (petinju) tersebut menghindari pukulan lawan sambil mereka berupaya mendaratkan pukulan mereka sendiri ke lawannya. Pemenang dalam tinju dinilai berdasarkan ketetapan tinju yang sudah diarahkan ke lawannya, dan jika lawan sudah KO atau TKO oleh wasit.

Sejarah Tinju di dunia

Menurut sejarah, tinju pertama kali dikenalkan dari bangsa Yunani, Romawi, dan Mesir. Pada awalnya, pada petinju melakukan pertandingan tanpa menggunakan sarung tinju, namun menggunakan sarung besi sehingga ketika itu banyak sekali petinju yang meninggal dunia di area pertandingan karena terkena pukulan sarung tangan besi.

Saat itu petinju yang terkenal adalah Theagenes yang berasal dari Thasos, Yunani. Theagenes sudah menjadi juara olimpiade tinju yang dilaksanakan pada tahun 450 M. Ia juga melakukan pertandingan tinju sebanyak 1.406 kali dalam hidupnya dan ketika itu masih menggunakan sarung tangan besi.

Kemudian, pada tanggal 10 Agustus 1973 dikeluarkan peraturan tentang tinju versi terbaru serta pemakaian sarung tinju dengan memakai bahan spons. Petinju pertama yang menggunakan sarung tinju berbahan Spons bernama James Ping, dan saat itu ia merupakan seorang juara dari Britania.

Sejarah Tinju di Indonesia

Pertama kali tinju masuk dan dipopulerkan di Indonesia yaitu oleh Hindia Belanda atau KNIL (Koninklijk Nederlands Inside Large). Ketika itu, kalahnya Belanda oleh Jepang membuat pertinjuan Indonesia kehilangan tanduk.

Sehingga setiap pertandingan tinju diselenggarakan tanpa adanya organisasi yang bertanggung jawab. Maka kepolisian ingin mendirikan organisasi tinju.

Akhirnya, Komandan Kepolisian di Jakarta, Didi Karta Sasmita mendirikan PERTIGU (Persatuan Tinju dan Gulat) dengan ketuanya Frans Mendur pada tanggal 28 April 1955.

Follow Berita Okezone di Google News

Ketika itu, Menjelang Olimpiade Roma tahun 1960, Indonesia hendak ikut berpartisipasi. Namun, Ketentuan IOC (International Olympic Commitee) mengharuskan ada organisasi tinju amatir yang mandiri di Indonesia.

Chris John

Sehingga pada tanggal 30 Oktober 1959 berdirilah PERTINA (Persatuan Tinju Amatir Indonesia).

Saat itu, olahraga tinju profesional sempat dilarang dipertandingkan di Indonesia akibat politik Indonesia pada waktu itu cenderung ikut blok sosialis. Maka pada 23 November 1961, Maladi selaku Menteri Olahraga melarang tinju profesional hidup di Indonesia.

Tinju di Indonesia bisa dibilang sangat populer dengan lahirnya seorang juara tinju dunia seperti Chris John. Chris John adalah putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Johan Tjahjadi (alias Tjia Foek Sem) dan Maria Warsini.

Chris John memecahkan rekor sebagai juara dunia kelas bulu pertama yang berasal dari Indonesia dan mencatat rekor sebagai petinju kedua terlama yang menjadi juara dunia kelas bulu sepanjang masa, serta memecahkan rekor sebagai peringkat kedua dalam daftar petinju yang paling sering mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu sepanjang masa.

Ia tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical dan Nico Thomas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini