Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Piquet: Soal Skandal, Saya Paling Menderita!

Achmad Firdaus , Jurnalis-Rabu, 07 Oktober 2009 |17:06 WIB
Piquet: Soal Skandal, Saya Paling Menderita!
Foto: Daylife
A
A
A

SAO PAULO - Nelsinho Piquet menyerang balik sejumlah kalangan yang menyebutnya pantas mendapat hukuman akibat skandal pengaturan pertandingan pada GP Singapura, musim lalu. Mantan pembalap Renault ini mengaku sudah cukup menderita atas skandal tersebut.

Piquet memang menjadi sosok utama dibalik kemenangan Alonso Fernando pada GP Singapura, musim lalu. Pembalap Brasil ini diinstruksikan oleh bos tim Flavio Briatore dan direktur mesin Pat Symonds untuk sengaja menabrakkan mobilnya ke dinding pembatas, guna membuka jalan bagi Alonso keluar sebagai juara di Marina Bay.

Sayang, skandal itu akhirnya terkuak. Adalah Piquet yang membeberkan skandal tersebut akibat didepak secara tak terhormat oleh Briatore pada pertengahan musim ini. Kasus ini pun akhirnya dibawa ke persidangan, dengan hasil, FIA menjatuhkan hukuman berat kepada dua sosok yang cukup lama malang-melintang di dunia F1.

Briatore dihukum seumur hidup tidak boleh aktif di dunia balap, sementara Symond lima tahun. Piquet sendiri bisa bernafas lega. Pasalnya, putra dari pembalap legendaris Nelson Piquet ini terbukti hanya berusaha mematuhi instruksi yang diberikan bos tim. Meski begitu, tak jarang pula yang menganggap Piquet seharusnya mendapat hukuman karena terlibat dalam skandal tersebut.

Namun, Piquet yang merasa paling dirugikan dalam skandal tersebut membantah keras komentar tersebut. "Sejumlah orang menyarankan FIA agar memberikan hukuman kepada saya. Namun kenyataannya, tak ada orang yang menerima hukuman lebih berat dari saya.  Saya baru memulai karir saya, tak seperti tersangka lain yang dihukum atas kasus ini (Briatore & Symonds)," ungkap Piquet.

"Saya harus memulai karir saya dari awal, akibat skandal ini. Di samping semua trauma yang harus saya alami, saya telah banyak belajar tentang apa yang tengah terjadi dan saya harus bisa lebih kuat dan bijak dalam melakukan sesuatu," tambahnya yang mengaku dipaksa melakukan aksi menabrakkan mobil ke dinding pembatas, seperti dikutip Crash, Rabu (7/10/2009).

(Achmad Firdaus)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement