Gara-Gara Marc Marquez, Pembalap MotoGP Terancam Hukuman Berat jika Absen Event Promosi

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Jum'at 23 Oktober 2026 21:40 WIB
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/marcmarquez93)
Share :

SYDNEY - Regulasi ketat kini menanti para pembalap MotoGP yang mencoba mangkir dari agenda promosi dan interaksi penggemar di akhir pekan balapan. Pihak penyelenggara, Dorna Sports, dilaporkan siap menjatuhkan sanksi bertingkat yang tergolong berat, mulai dari denda puluhan ribu euro, larangan mengikuti sebagian sesi latihan, hingga hukuman penalti grid.

Informasi sistem penalti baru ini terungkap dari email resmi yang disirkulasikan kepada seluruh tim pada Jumat di seri MotoGP Australia 2026. Langkah ini merupakan pengetatan dari aturan sebelumnya yang sempat mencuat di GP Indonesia, di mana pembalap yang absen di sesi tanda tangan 'Hero Walk' diancam denda awal sebesar 5 ribu euro (sekira Rp85 juta).

Dalam aturan terbaru, FIM Stewards kini dilibatkan secara langsung untuk mengeksekusi sanksi olahraga. Skema hukuman dirancang secara bertahap berdasarkan akumulasi pelanggaran yang dilakukan oleh sang pembalap sepanjang musim.

Untuk pelanggaran pertama, pembalap hanya akan menerima teguran resmi dari pihak kejuaraan. Namun jika melakukan pelanggaran kedua, denda 5 ribu euro mulai diberlakukan, yang kemudian membengkak menjadi 10 ribu euro pada pelanggaran ketiga.

1. Bisa Kena Penalti Sesi Latihan dan Grid

Jika pembalap terbukti mangkir hingga empat kali, ia bakal diganjar denda 15 ribu euro serta kasusnya dilimpahkan ke FIM Stewards untuk penerbitan peringatan resmi. Situasi kian gawat pada pelanggaran kelima, di mana pembalap yang bersangkutan dipaksa absen (sit out) dari sebagian sesi latihan bebas.

Marc Marquez memenangi Sprint Race MotoGP Mandalika 2026 (Foto: Ducati Corse)

Puncak hukuman terjadi jika pembalap melakukan pelanggaran keenam, di mana penalti grid akan langsung dijatuhkan saat balapan. Meskipun detail posisi kemunduran grid belum dirinci secara pasti, tindakan tegas ini diprediksi bakal menjadi pelajaran keras bagi siapa pun yang melanggarnya pertama kali.

Melalui aturan terbaru ini, para pembalap diwajibkan hadir minimal 10 menit di sesi 'Hero Walk', serta menghadiri seluruh aktivitas pra-balapan dan konferensi pers hari Kamis. Pengecualian hanya diberikan dalam kondisi khusus, seperti pembalap yang mengalami cedera atau memiliki agenda mendesak yang telah disetujui sebelumnya.

 

Aturan ketat ini tidak hanya berlaku untuk kelas utama MotoGP. Para pembalap di kelas Moto2 dan Moto3 juga terikat pada standar profesionalisme yang sama, meski dengan besaran nominal denda yang disesuaikan.

2. Buntut Aksi Marc Marquez

Penerapan sanksi tegas ini disinyalir sebagai buntut dari insiden yang melibatkan Marc Marquez di GP Jepang beberapa waktu yang lalu. Saat itu, pembalap tim pabrikan Ducati Lenovo tersebut memilih absen dalam ajang balap gokart promosi dan justru mengirimkan peran pengganti.

Marc Marquez jelang MotoGP Mandalika 2026 (ITDC)

Kala itu, Marquez beralasan harus mengompres bahunya yang cedera dengan es demi menjaga kondisi fisik menjelang balapan utama. Ia menegaskan bahwa dalam perburuan gelar juara dunia, prioritas utama adalah kesehatan fisiknya di atas lintasan.

Kendati demikian, sejumlah pembalap lain juga kerap mengeluhkan makin padatnya tuntutan waktu di luar lintasan. Tekanan terhadap fisik dan mental mereka dinilai makin berat, terlebih dengan perubahan format balapan mendatang yang kian menyita energi para pembalap.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya