Selain pertimbangan dinamika internal tim, tembok terbesar yang menghalangi kepindahan tersebut adalah tuntutan finansial. Pihak manajemen Hamilton mengajukan nilai kontrak yang sangat fantastis untuk mewujudkan kesepakatan tersebut.
Agen Hamilton kala itu, Simon Fuller, bahkan melontarkan penawaran pembuka yang sangat berani demi meloloskan kepindahan kliennya. Kalimat bernada optimistis tersebut langsung disambut tawa oleh Horner yang memahami betul bahasa pemasaran para agen olahraga.
"Anda dan saya bisa membuat kesepakatan olahraga terbesar sejak zaman Muhammad Ali," kata Fuller dengan penuh percaya diri kepada Horner.
Meski menyadari potensi pemasaran Hamilton yang luar biasa, pihak Red Bull akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkannya karena biaya yang dibutuhkan terlalu tinggi. Hamilton pada akhirnya memilih bergabung dengan Mercedes dan berhasil menyabet enam gelar juara dunia tambahan sebelum pindah ke Ferrari pada 2025.
(Rivan Nasri Rachman)