"Kombinasi itulah yang perlu saya terapkan, meladeni reli panjang lalu mengubah tempo permainan. Saya benar-benar memanfaatkan hal itu, dan sangat penting bagi saya untuk membuktikan bahwa secara fisik saya mampu meladeni permainan yang menguras tenaga. Tekad saya sangat kuat hari ini," tambahnya.
Sebelum kejayaan Lanier, sejarah bagi kubu Prancis lebih dulu dibuka oleh pasangan ganda campuran Thom Gicquel/Delphine Delrue. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang benua Eropa untuk kembali memiliki juara dunia di sektor ganda campuran, melampaui pencapaian medali perunggu mereka di Paris.
Pada partai puncak, Gicquel/Delrue secara perkasa sukses menumbangkan pasangan unggulan utama asal China, Feng Yan Zhe bersama Huang Dong Ping. Lewat pertarungan sengit tiga gim berkesudahan 22-20, 19-21, dan 21-15, wakil Prancis tampil begitu taktis.
Kunci keberhasilan Gicquel/Delrue terletak pada strategi efektif untuk meredam pergerakan Huang Dong Ping di area depan net. Keberanian mereka mengejutkan lawan melalui variasi servis cerdik, termasuk flick serve penutup, sukses mengunci kemenangan bersejarah ini.
(Rivan Nasri Rachman)