JAKARTA - Pembalap tim Ducati Lenovo, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, dinilai memiliki gaya membalap yang unik. Bahkan, gaya membalap keduanya mustahil untuk ditiru pembalap lainnya.
1. Mustahil Ditiru
Hal ini sebagaimana menurut penilaiannya General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna.
Diketahui, pengumpulan dan analisis data secara ekstensif telah lama menjadi kunci keberhasilan Ducati di MotoGP. Hal ini semakin diperkuat oleh fakta bahwa mereka menurunkan lebih banyak motor di trek dibandingkan pabrikan lainnya, melansir Crash, Minggu (23/8/2026).
Namun, Gigi Dall’Igna, menegaskan bahwa para pembalap tidak bisa begitu saja meniru satu sama lain karena masing-masing memiliki kelebihannya sendiri-sendiri.
"Setiap pembalap memiliki gaya yang berbeda," ujar Dall’Igna kepada MCNews.
"Bahkan jika mereka mencoba untuk saling meniru, hal itu mustahil dilakukan,” ucapnya.
Ia pun mengungkapkan gaya membalap Marc Marquez yang sangat sulit ditiru para pembalap lainnya.
"Sebagai contoh, gaya membalap Marc saat melibas tikungan ke kiri mustahil untuk ditiru," ucapnya.
Bagnaia pun demikian. Ia juga memiliki gaya membalap yang telah menjadi ciri khasnya dan sulit ditiru.
“Terkadang mustahil untuk meniru Pecco di area pengereman,” ucap Gigi Dall’Igna.
“Ada berbagai fase berkendara di mana pembalap yang berbeda tampil jauh lebih baik daripada yang lain,” ucapnya.
2. Gaya Di Giannantonio
Di sisi lain, Gigi Dall’Igna juga menyoroti gaya membalap Fabio di Giannantonio dari tim VR46. Ia menyoroti dari sisi corner speed, Fabio di Giannantonio merupakan salah satu yang terbaik.
Diketahui, Marc Marquez memulai sepuluh seri terakhir musim ini dengan tugas mengejar ketertinggalan 40 poin dari pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin. Sementara sesama pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Ai Ogura, berada di antara keduanya dalam klasemen.
Di Giannantonio tertinggal hanya satu poin di belakang Marquez di posisi kelima. Mantan juara dua kali Bagnaia menempati posisi kedelapan.
Kedua pembalap Italia tersebut akan meninggalkan Ducati pada akhir musim ini. Di Giannantonio bergabung dengan KTM, sementara Bagnaia menandatangani kontrak jangka panjang dengan Aprilia untuk era baru 850cc/Pirelli.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.