Share

Menguak Perbedaan Perlakuan Marc Marquez dan Valentino Rossi saat Naik Kelas ke MotoGP

Reinaldy Darius, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2023 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 38 2752644 menguak-perbedaan-perlakuan-marc-marquez-dan-valentino-rossi-saat-naik-kelas-ke-motogp-5hvzdpCGOT.jpg Marc Marquez dan Valentino Rossi mendapatkan fasilitas khusus ketika naik kelas ke MotoGP (Foto: Twitter/MotoGP)

MENGUAK perbedaan perlakuan Marc Marquez dan Valentino Rossi saat naik kelas ke MotoGP. Keduanya merupakan dua pembalap legendaris dengan gelar terbanyak di kelas MotoGP.

Siapa yang tak kenal Valentino Rossi? Orang awam yang tidak mengikuti MotoGP pasti setidaknya pernah mendengar namanya. Dia sudah meraih tujuh gelar juara dunia di MotoGP.

Valentino Rossi

Sementara itu, Marc Marquez berada tepat di belakangnya dengan raihan enam gelar juara dunia MotoGP. Masih memungkinkan bagi Marc Marquez melewati rekor Rossi karena dia masih membalap hingga kini.

The Doctor – julukan Valentino Rossi – telah menjadi simbol MotoGP selama beberapa dekade terakhir. Sepanjang kariernya, dia telah membela beberapa tim kuat seperti Yamaha, Honda, dan Ducati.

Rossi memiliki banyak rival di berbagai eranya. Namun, Marquez nampaknya menjadi salah satu rival yang menjengkelkan untuknya.

Marc Marquez melalui musim perdananya di MotoGP pada 2013 silam dengan langsung meraih gelar juara dunia. Berbeda halnya dengan Rossi, yang perlu berjuang untuk mengklaim statusnya di musim perdana ketika pertama kali tampil di MotoGP.

Pada tahun 2000 silam ketika naik ke kelas MotoGP, Rossi hanya membalap untuk tim satelit Nastro Azzurro Honda. Saat itu, tim pabrikan Repsol Honda sudah memiliki tiga pembalap, yaitu Alex Criville, Sete Gibernau, dan Tadayuki Okada.

Namun demikian, Rossi telah didukung oleh Nastro Azzurro sebagai sponsor tim ketika naik ke MotoGP. Perusahaan bir asal Italia itu sudah mendukung The Doctor sejak 1997 silam.

Honda menaikkan Rossi ke kelas MotoGP karena adanya dukungan dari Nastro Azzurro. Oleh sebab itu, tim Nastro Azzurro Honda sebagai tim satelit pun tercipta, hanya untuk memberi ruang kepada Rossi di kelas MotoGP.

Rossi menjadi pembalap tunggal di Nastro Azzurro Honda pada 2002 karena tim satelit itu memiliki masalah finansial. Alhasil, Rossi pun dipromosikan ke tim pabrikan Repsol Honda pada tahun itu.

Di sisi lain, Marc Marquez langsung masuk ke tim pabrikan Repsol Honda di musim debutnya pada 2013. Bahkan, aturan di MotoGP pada saat itu harus diubah kala itu hingga menimbulkan tuduhan Honda mengendalikan Dorna.

Follow Berita Okezone di Google News

Pada 2009, Dorna menciptakan aturan untuk pembalap rookie. Dalam peraturan tersebut, setiap pembalap rookie diharuskan masuk tim satelit dahulu sebelum ke tim pabrikan. Tujuannya adalah agar tim satelit bisa lebih kompetitif dengan menggunakan jasa pembalap rookie yang potensial.

Marc Marquez

Honda begitu bersemangat melihat talenta Marc Marquez muda dan ingin menduetkannya bersama Dani Pedrosa namun hal ini terganjal oleh aturan rookie di MotoGP.

Wapres HRC (Honda Repsol), Shuhei Nakamoto, membujuk Dorna untuk menimbang kembali aturan ini. Sebab pada saat itu, tim satelit Honda, yaitu Gresini dan LCR, sudah memiliki pembalapnya masing-masing.

Urusan pelik dengan sponsor membuat Honda tak bisa menyisipkan Marc Marquez ke sana. Selain itu, Honda telah memakai jatah pembalap satelit, yaitu dua kuota, yang diambil oleh Alvaro Bautista dan Stefan Bradl kala itu.

Honda pun tak bisa membuatkan tim baru untuk Marc Marquez sehingga hanya masuk ke tim pabrikan Repsol Honda. Keluhan Honda disambut oleh Dorna dan aturan rookie dihapuskan.

Marc Marquez dan Valentino Rossi pada akhirnya sama-sama memiliki keistimewaan demi memberi jalan bagi mereka bersaing di MotoGP. Ini tentu tidak biasa namun itu karena bakat yang dimiliki keduanya begitu spesial hingga harus dirancang sedemikian rupa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini