Share

Ini Alasan Mengapa Detak Jantung Para Pembalap MotoGP Bisa Sangat Tinggi

Cita Najma Zenitha, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2023 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 38 2752361 ini-alasan-mengapa-detak-jantung-para-pembalap-motogp-bisa-sangat-tinggi-bUeVJIzelb.jpg Berikut ini alasn mengapa detak jantung para pembalap MotoGP sangat bisa tinggi (Foto: MotoGP)

INI alasan mengapa detak jantung para pembalap MotoGP bisa sangat tinggi. Detak jantung atlet menentukan seberapa kuat seorang atlet dalam mengerahkan kemampuannya.

Belum lama ini, MotoGP menampilkan informasi mengenai data kronometrik, teknis, dan olahraga. Selain itu juga terdapat grafik yang menunjukan dekat jantung para pembalap MotoGP.

MotoGP

Umumnya detak jantung tertinggi sekitar 160 atau 170 detak per menit. Namun, ada pembalap yang memiliki detak jantung lebih lambat dan sangat cepat.

Sebut saja Maverick Vinales, yang detak jantungnya tidak pernah melebihi 130 detak per menit. Berbeda dengan dekat jantung Jorge Martin, yang mencapai level 200 detak per detik. Nah, ada alasan mengapa detak jantung para pembalap MotoGP bisa sangat tinggi.

Alasan mengapa detak jantung para pembalap MotoGP bisa sangat tinggi sangat bergantung pada situasi pembalap. Dalam keadaan tenang, detak jantung mereka berada dalam batas normal.

BACA JUGA:Bertekad Pertahankan Gelar Juara di MotoGP 2023, Francesco Bagnaia: Ini Tidak Akan Mudah

Salah satu kuncinya adalah berolahraga supaya jantung dapat memompa darah dengan kecepatan tinggi. Tujuannya untuk mempersiapkan tubuh dan jantung dalam keadaan optimal.

Namun, ketika dalam keadaan tertekan, detak jantung kembali meningkat dengan cepat. Peningkatan performa ketika membalap mengharuskan pengendara dalam kondisi fisik luar biasa.

Follow Berita Okezone di Google News

Berbagai persiapkan fisik dilakukan untuk melatih dan mengatur kecepatan denyut jantung. Misalnya, angkat beban, berlari, dan bersepeda untuk menguatkan kerja jantung. Sehingga jantung lebih siap menghadapi momen tidak terduga.

 MotoGP

Bersepeda sangat baik untuk melatih kardiopulmoner. Pada kecepatan yang berbeda membuat tubuh terbiasa mengatur detak jantung setiap momen balapan. Ketika bersepeda, variasi rute membantu seseorang melatih perubahan detak jantung.

Misalnya bersepeda di medan datar di mana detak jantung tetap konstan dan membantu membangun daya tahan tubuh. Kemudian tanjakan sulit yang membutuhkan detak jantung lebih cepat.

Berlari juga bisa sangat bermanfaat karena membantu meningkatkan detak jantung ketika balapan. Beberapa pelatih fisik para pembalap, menyertakan lari dengan kecepatan tinggi 10 km agar tubuh terbiasa dengan situasi di lintasan.

Pada beberapa momen pembalap melakukan olahraga lebih ekstrem. Banyak dari mereka yang melakukan menyelam sambil menahan napas.

Kegiatan itu jelas mengajarkan kepada tubuh untuk merespons suatu hal ketika sedikit mendapatkan oksigen. Nantinya, sangat memungkinkan bagi para pembalap MotoGP untuk bertahan di situasi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini