Share

Kesulitan Berkembang, Honda dan Yamaha Disarankan Davide Brivio untuk Tiru Tim Eropa

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2023 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 13 38 2745564 kesulitan-berkembang-honda-dan-yamaha-disarankan-davide-brivio-untuk-tiru-tim-eropa-yhmbwBKfqk.jpg Motor Yamaha dan Honda dinilai tertinggal oleh Ducati. (Foto: MotoGP)

LECCE – Tak dapat dipungkiri, Honda dan Yamaha saat ini mulai semakin tertinggal dengan Ducati. Bahkan KTM dan Aprilia mulai memperlihatkan perkembangan yang signifikan sehingga mampu bersaing memperebutkan kemenangan di setiap balapan MotoGP.

Melihat hal tersebut, mantan Kepala Tim Yamaha di MotoGP, Davide Brivio pun menyarankan agar Yamaha dan Honda untuk tiru cara kerja tim-tim Eropa. Sebab ia merasa tim Jepang terlalu lambat dalam memperbaiki masalah dan menemukan solusinya.

Sebagaimana diketahui, Francesco Bagnaia berhasil mempersembahkan gelar juara MotoGP 2022 untuk Ducati. Itu adalah gelar pertama tim pabrikan asal Italia itu di kelas utama sejak Casey Stoner melakukannya pada 2007 silam.

Marc Marquez

Gelar tersebut sekaligus mengakhiri dominasi tim pabrikan Jepang yang selalu juara di MotoGP selama 15 tahun terakhir. Bagi Yamaha dan Honda, tentunya musim lalu bukanlah musim yang bagus karena pembalap mereka selalu mengeluhkan performa motor mereka.

Brivio, yang pernah mengantarkan Valentino Rossi berjaya di Yamaha dan Joan Mir juara MotoGP 2020, pun menilai bahwa tim pabrikan Jepang, seperti Yamaha dan Honda masih bekerja dengan cara lama sampai sekarang. Mereka tak menyadari bahwa MotoGP sekarang sudah berbeda dengan 20 tahun lalu sehingga mereka tertinggal di belakangg Ducati dengan Desmosedici-nya yang sangat cepat.

"Masalah pabrikan Jepang adalah mereka tidak mengerti bahwa MotoGP sekarang ini sudah berbeda dengan 20 tahun lalu,” kata Brivio dilansir dari Crash, Jumat (13/1/2023).

Follow Berita Okezone di Google News

Salah satu yang disorotnya adalah bagaimana tim pabrikan Negeri Sakura seperti Honda dan Yamaha bekerja lambat dari segi pengembangan kuda besi mereka sendiri. Padahal, tim pabrikan Eropa sudah mengubah pendekatan balapan dengan selalu mencari solusi dengan cepat.

Menurut Brivio, Yamah dan Honda harus bisa beradaptasi dengan hal tersebut.

Francesco Bagnaia

"Selama grand prix adalah bisnis di antara mereka, di antara perusahaan Jepang, pengembangan motor dilakukan sesuai dengan aturan perusahaan Jepang: jadwal yang panjang, pekerjaan yang diencerkan selama berbulan-bulan harus mengarah ke akhir musim kejuaraan tanpa goncangan,” jelas pria yang kini menjabat sebagai Direktur Balap Tim Alpine F1 itu.

"Itulah mengapa mereka selalu terlambat. Apakah Anda memerlukan kerangka? Butuh waktu tiga bulan. Apakah kami membutuhkan mesin yang berbeda? Kami membicarakannya untuk tahun berikutnya. Perusahaan Eropa lebih agresif dalam pendekatan mereka terhadap balapan, jadi mereka telah menetapkan cara balapan yang baru. Dan Yamaha dan Honda juga harus beradaptasi,” tutup Brivio.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini