Share

Bos Aprilia Senang Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP, Ternyata Ini Alasannya

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Selasa 03 Januari 2023 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 03 38 2739217 bos-aprilia-senang-indonesia-jadi-tuan-rumah-motogp-ternyata-ini-alasannya-UzcTUTshJe.jpg Massimo Rivola Indonesia jadi tuan rumah MotoGP. (Foto: MotoGP)

NOALE – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola menjadi salah satu pihak yang sangat mendukung Indonesia dan India untuk terus menjadi tuan rumah MotoGP. Selain karena memiliki sirkuit yang menarik, Rivola menilai pasar Aprilia bisa berkembang di dua negara yang masuk dalam daftar lima negara penduduk terbanyak di dunia tersebut.

Seperti diketahui, MotoGP kembali ke Indonesia mulai musim 2022 lalu dengan Sirkuit Mandalika menjadi tuan rumahnya. Hadirnya balapan kuda besi paling bergengsi di dunia itu di Tanah Air pun disambut meriah oleh masyarakat Nusantara, yang memang sangat gemar menonton MotoGP.

Mulai musim depan, Dorna Sports sebagai penyelenggara terus memperluas jangkauan MotoGP. Buktinya, mereka akan menggelar balapan di India dan Kazakhstan.

Massimo Rivola

Para penggemar MotoGP pun bakal lebih dimanjakan lagi karena mulai musim depan setiap pekannya akan ada dua balapan yang bergulir, yakni balapan dengan full lap seperti biasa di hari Minggu dan ditambah dengan balapan sprint dengan lap yang lebih sedikit di hari Sabtu. Itu artinya, dengan 21 seri yang ada, akan dihelat 42 balapan sepanjang musim MotoGP 2023.

Rivola pun menilai aturan balapan yang baru itu seharusnya membuat balapan di negara yang sudah rutin menjadi tuan rumah MotoGP, seperti Spanyol dan Italia, hanya menggelar satu seri saja.

Tidak seperti sekarang, di mana Negeri Matador punya tiga seri dan Negeri Pizza memiliki dua seri, termasuk Misano di San Marino. Tujuannya, agar para tim pabrikan MotoGP, termasuk Aprilia, bisa memperluas bisnis mereka di negara-negara lain.

“Dengan dua balapan (di semua seri), kami seharusnya memiliki lebih sedikit balapan di Italia atau Spanyol. Mungkin cukup satu (seri) saja di sana karena kami harus berkeliling dunia untuk memperluas bisnis,” kata Rivola dilansir dari GPOne, Selasa (3/1/2022).

Follow Berita Okezone di Google News

Kendati demikian, Rivola sudah senang dengan adanya balapan di Indonesia dan India. Sebab menurutnya, di kedua negara yang punya ratusan juta pengguna sepeda motor itu, pasar Aprilia bisa berkembang.

“Tapi saya sangat senang bahwa kami akan pergi ke India dan Indonesia karena di sanalah pasar dapat tumbuh,” ujar pria asal Italia itu.

Sirkuit Mandalika

Rivola sendiri menilai tambahan sprint race di ajang MotoGP seperti yang dilakukan di World Superbike (WSBK) sangat bagus untuk menguji mental para pembalap. Namun menurutnya, tekanannya tak bisa disamakan dengan WSBK karena motor di MotoGP lebih sulit untuk dikendarai.

“Memiliki begitu banyak balapan untuk seorang pembalap tidaklah mudah, baik dari segi fisik maupun mental. Itu sebabnya saya ingin tahu apa yang akan kami lakukan dengan 42 balapan,” jelas Rivola.

“Ini upaya yang bagus dari sudut pandang mental dan menurut saya itu tidak sebanding dengan apa yang terjadi di WSBK karena motor MotoGP lebih sulit untuk dikendarai,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini