Share

Pengertian Doping dalam Olahraga, Kasus yang Pernah Menimpa Maria Sharapova hingga Diego Maradona

Aryo Hadi Wibowo, Jurnalis · Senin 26 Desember 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 26 43 2734387 pengertian-doping-dalam-olahraga-kasus-yang-pernah-menimpa-maria-sharapova-hingga-diego-maradona-IjAAK1prnw.jpg Diego Maradona pernah tersandung kasus doping dalam kariernya (Foto: Twitter/FIFAWorldCup)

PENGERTIAN doping dalam olahraga akan dibahas di sini. Berbagai kasus doping pernah menimpa sosok legendaris di berbagai cabang olahraga, termasuk di antaranya adalah petenis Maria Sharapova dan pesepakbola Diego Maradona.

Membahas pengertian doping dalam olahraga sangat menarik untuk diketahui. Dalam olahraga kita membutuhkan fisik yang prima. Olahraga juga merupakan satu dari sekian banyak bidang di mana orang-orang yang terlibat harus memiliki kejujuran, sikap adil, sikap integritas, dan sportif harus dijunjung dalam olahraga.

Maria Sharapova
(Foto: Petenis Maria Sharapova tersandung kasus doping pada 2016)

Bukan hanya itu saja, bahkan para panitia penyelenggara juga harus bersikap jujur serta adil dalam melaksanakan kegiatan olahraga maupun kejuaraan besar. Namun sayangnya, tidak semua atlet jujur dalam bidang olahraga masing-masing. Kasus penyuapan, kasus tidak sportif, kasus rasisme, hingga yang menjadi perbincangan artikel kali ini, yakni penggunaan doping.

Kali ini artikel Okezone.com akan mencoba membahas tentang pengertian doping dalam olahraga. Doping merupakan istilah yang mengacu kepada penggunaan obat peningkat performa untuk atlet.

Maksudnya, atlet yang mengkonsumsi doping semacam obat atau bahkan narkoba agar bisa menambah kekuatan serta stamina yang lebih. Sebenarnya kasus penggunaan doping dapat merugikan atlet itu sendiri, tentunya juga atlet lain yang terlibat dalam olahraga atau pertandingan itu

Penggunaan doping untuk meningkatkan kinerja dianggap melanggar sportivitas serta integritas yang seharusnya tertanam pada atlet. Dalam peraturan federasi, doping sangat dilarang oleh banyak organisasi olahraga internasional.

Jika ada atlet yang mengambil tindakan dan menghindari pendeteksian dari obat-obatan, ini hanya akan memperburuk keadaan dan dianggap tidak etis dan melakukan kecurangan. Alasan lain yang dikhawatirkan oleh penyelenggara olahraga terkait pemakaian doping ini adalah alasan kesehatan untuk atlet itu sendiri.

Follow Berita Okezone di Google News

Zat steroid akan meningkatkan massa otot dan kekuatan tubuh secara keseluruhan, sementara stimulan akan mempertajam kerja otak dan mengurangi rasa lelah. Dampak itu akan berbahaya bagi tubuh jika digunakan secara terus-menerus.

Lance Armstrong
(Foto: Pesepeda Lance Armstrong pernah tersandung kasus doping)

Lebih buruknya bila ada atlet yang ketergantungan terhadap penggunaan doping. Penggunaan doping dalam olahraga, dapat memberikan dampak terhadap sosial, sebab secara tidak langsung dapat mempengaruhi masyarakat dalam penggunaan obat-obatan.

Memasuki era modern serta kecanggihan teknologi dalam olahraga, semakin banyak organisasi olahraga internasional yang memberikan peraturan ketat terkait penggunaan doping.

Beberapa kasus doping terkenal yang menimpa atlet ternama di antaranya adalah Maria Sharapova, Lance Armstrong, dan Diego Maradona. Sang pesepakbola legendaris Timnas Argentina, Maradona, gagal tampil di Piala Dunia 1994 karena tak lolos tes doping kala itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini