Share

Fabio Quartararo Ungkap Bagaimana Yamaha Stagnan Selama 3 Tahun Terakhir

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 09 Desember 2022 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 38 2723766 fabio-quartararo-ungkap-bagaimana-yamaha-stagnan-selama-3-tahun-terakhir-2SOcFIgJV3.jpg Fabio Quartararo klaim Yamaha tak membuat perkembangan pada mesinnya selama 3 tahun terakhir (Foto: Twitter/FabioQ20)

FABIO Quartararo ungkap bagaimana Yamaha stagnan selama 3 tahun terakhir. Sang pembalap Monster Energy Yamaha mengklaim mesin motornya tak alami perubahan sejak 2020.

El Diablo – julukan Fabio Quartararo – sukses bersaing dalam perebutan juara dunia MotoGP 2022. Bahkan sempat unggul 91 poin atas pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.

Fabio Quartararo

Namun demikian, juara dunia 2021 tersebut gagal mempertahankan keunggulannya di paruh kedua musim. Pada akhirnya, Bagnaia mengambil alih tahta klasemen dan mengakhiri musim dengan keunggulan 17 poin dari Quartararo.

Masalah mesin telah menjadi keluhan utama bagi sang pembalap asal Prancis. Quartararo bahkan membeberkan bahwa nyaris tidak ada perubahan dalam mesin Yamaha jika dibandingkan dengan versi 2020.

“Pada 2021, kami menggunakan mesin yang sama seperti 2020, dengan modifikasi pada katup. Kemudian tahun ini kami menggunakan spesifikasi 2021. Itu artinya, kami menggunakan mesin yang sama selama tiga tahun,” kata Quartararo dikutip SPeedweek, Jumat (9/12/2022).

Bukan tanpa alasan Yamaha tak mengembangkan mesinnya selama tiga tahun. Karena mesin Yamaha dianggap dalam keadaan bagus di akhir 2019, dan bahkan sempat mengantarkan Quartararo juara dunia pada 2021 lalu.

Follow Berita Okezone di Google News

“Memang menyedihkan. Tetapi, pada akhir 2019, Yamaha M1 adalah motor terbaik yang pernah kami miliki. Saya pikir motor Ducati atau Aprilia pada 2019 adalah yang terbaik. Kami harus melangkah dan membuat mesin kami kembali kompetitif,” ujarnya.

Fabio Quartararo

Oleh sebab itu, Quartararo menyebut sekarang adalah saatnya untuk mengembalikan kekuatan Yamaha. Dia menilai akan sulit untuk menang, tanpa ada perbaikan.

“Kami harus membuat motor yang dapat bekerja dengan baik, seperti tiga tahun lalu. Jika mampu melakukannya, kami bakal bersaing. Jika tidak, maka tak ada kesempatan,” tutur Quartararo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini