Share

MotoGP 2023 Tuai Kritikan karena Dianggap Terlalu Padat, Begini Reaksi Camelo Ezpeleta

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Selasa 06 Desember 2022 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 38 2721171 motogp-2023-tuai-kritikan-karena-dianggap-terlalu-padat-begini-reaksi-camelo-ezpeleta-u0pyuLe9DA.jpg Para pembalap MotoGP. (Foto: Instagram/@maracobez72)

MADRID – Jadwal MotoGP 2023 jadi sorotan. Menuai kritikan karena dinilai jadwal MotoGP 2023 terlalu padat, bos Dorna Sports, Camelo Ezpeleta, pun buka suara.

Sejak Dorna Sports merilis jadwal MotoGP 2023, para tim peserta melontarkan sejumlah kritik. Pasalnya, dengan 21 balapan yang dijadwalkan, mereka akan mendapatkan jeda yang sangat singkat di setiap balapannya.

Fabio Quartararo

Salah satu yang paling disorot adalah soal terdapatnya tujuh balapan di Asia, Australia, dan Timur Tengah antara 24 September hingga 19 November 2023 dengan hanya libur dua akhir pekan dalam dua bulan. Hal itu pastinya sangat melelahkan bagi para pembalap dan juga tim mereka.

Para pembalap, pabrikan, tim, dan mekanik pun mengeluhkan jadwal tersebut. Bahkan, beberapa bos tim belum tahu apakah pasukannya bakal ikut seluruh seri yang ada.

Alasannya karena tidak ada yang ingin jauh dari keluarga mereka selama dua bulan. Perjalanan pulang kurang dari seminggu juga dinilai tidak sepadan mengingat biaya dan waktunya yang singkat.

BACA JUGA: Asal-usul dan Alasan Kenapa Marc Marquez Dijuluki sebagai The Baby Alien

KTM menjadi salah satu tim yang sangat vokal mengritik padatnya jadwal tersebut. Bahkan, para petinggi mereka mengatakan mereka hanya ingin balapan dalam 18 seri saja selama semusim.

BACA JUGA: Kisah Valentino Rossi yang Pernah Diancam Tim Honda Gara-Gara Kontrak

"Saya menjelaskan kepada bos Dorna Carmelo Ezpeleta di GP Valencia bahwa kami sebagai pabrikan ingin memiliki maksimal 18 Grand Prix," kata Stefan Pierer, CEO Pierer Mobility AG yang membawahi KTM, GASGAS dan Husqvarna dilansir dari Speedweek, Selasa (6/12/2022).

“Kami tidak membutuhkan tiga Grand Prix di Spanyol dan kami juga menganggap empat event di Asia terlalu dibesar-besarkan. Pada dasarnya, seharusnya hanya ada satu acara MotoGP per negara, bukan dua di Italia. Kami lebih suka tiga Grand Prix di Amerika Selatan karena balapan di Eropa akan disiarkan pada jam tayang utama di malam hari,” tambah CEO Pierer Mobility AG lainnya, Hubert Trunkenpolz.

Follow Berita Okezone di Google News

Ezpeleta pun buka suara terkait kritik tersebut. Dia menjelaskan bahwa jadwal padat tahun depan di MotoGP disebabkan karena Dorna juga harus menyesuasikan dengan jadwal balap di ajang lainnya.

“Situasinya adalah kami bersaing dengan olahraga balap yang lain dan kami harus berkompromi saat membuat kalender GP. Balapan ekstra memaksa kami untuk memulai musim lebih awal dan menyelesaikannya lebih lambat dari yang kami lakukan sebelum Covid ketika kami memiliki 19 seri,” ujar Ezpeleta.

Francesco Bagnaia

“Ya, kami juga ditanya mengapa kami menggelar balapan di Kazakhstan. Penjelasannya karena tidak ada penyelenggara lain yang menyepakati tanggal GP di bulan Juli,” imbuhnya.

“Jika kami melakukannya tanpa Sirkuit Sokol, akan ada liburan musim panas selama lima minggu seperti pada tahun 2022 ketika GP Finlandia dibatalkan. Kita tidak bisa membiarkan diri kita absen dari dunia motorsport begitu lama,” tuturnya.

Namun, mau tak mau, jadwal padat tahun depan harus dijalani oleh semua pembalap dan juga tim mereka. Pasalnya, pabrikan dan tim MotoGP telah sepakat untuk meningkatkan jumlah maksimum balapan dari 20 menjadi 22 dalam kontrak lima tahun yang baru diteken hingga akhir 2026.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini