Share

Suasana Memanas! Enea Bastianini Dituduh Jadi Pengacau Francesco Bagnaia meski MotoGP 2023 Belum Mulai

Hakiki Tertiari , Jurnalis · Jum'at 25 November 2022 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 38 2714676 suasana-memanas-enea-bastianini-dituduh-jadi-pengacau-francesco-bagnaia-meski-motogp-2023-belum-mulai-AdGr5tczmv.jpg Enea Bastianini dan Francesco Bagnaia bakal satu tim di Ducati Lenovo pada MotoGP 2023 (Foto: Reuters)

SUASANA garasi Ducati Lenovo memanas, meski MotoGP 2023 belum mulai! Ya, hal itu buntut dari dituduhnya Enea Bastianini sebagai pengacau Francesco Bagnaia di tim Ducati Lenovo.

Untuk diketahui kembali, Enea Bastianini sudah resmi jadi pembalap anyar Ducati Lenovo untuk MotoGP 2023. Namun jauh sebelum Enea Bastianini setuju pindah dari Gresini Racing, pembalap asal Italia itu disebut pengacau Francesco Bagnaia.

Francesco Bagnaia

Pengacau di sini maksudnya, Enea Bastianini kerap menyulitkan Pecco (julukan Francesco Bagnaia) dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2022. Ketika masih bereseragam Gresini Racing, performa Enea Bastianini memang sangat apik.

Bagaimana tidak, pembalap 24 tahun itu berhasil empat kali juara plus enam podium. Bahkan, Enea Bastianini menjadi pesaing terberat Francesco Bagnaia ketika keduanya melintas di MotoGP Malaysia 2022.

Sebatas informasi, saat itu Pecco tengah membutuhkan kemenangan demi bisa menjauh dari Fabio Quartararo di klasemen MotoGP 2022. Alih-alih membantu lantaran memakai motor Ducati, Enea Bastianini malah menyulitkan Francesco Bagnaia.

Meski pada akhirnya, Francesco Bagnaia berhasil menyalip Enea Bastiani untuk memastikan kemenangan di Sirkuit Sepang pada Minggu, 23 Oktober 2022 silam. Sebab demikian, Enea Bastianini disebut ‘pengacau’ karena menyulitkan Francesco Bagnaia.

Sementara itu, bos Ducati Lenovo, Claudio Domenicali sempat membocorkan percakapan dengan Francesco Bagnaia, sebelum kedatangan Enea Bastianini. Ia mengakui, Pecco meminta kepadanya untuk tidak membawa si pengacau itu ke Ducati Lenovo.

“Pecco sempat mengucap sesuatu kepada saya, ‘kita tak butuh seorang (Enea Bastianini) yang membuat kekacauan secara tiba-tiba,” ucapnya dilansir dari La Gazetta.

Namun, Ducati justru memilih Enea Bastianini ketimbang kandidat lain, di antaranya Jorge Martin. Hal itu yang membuat internal Ducati disebut memanas dan siap menanggung risiko, meski musim baru belum mulai.

Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini

“Saya sadar risiko adanya Enea dan Pecco. Keduanya ingin menjadi pembalap terkuat dalam tim,” timpal Claudio Domenicali.

“Namun saya yakin tim ini sudah banyak berkembang dalam mengatur situasi ini,” ucap Claudio Domenicali.

Di lain hal, Direktur Ducati, Paolo Ciabatti malah senang dengan kehadiran dua pembalap kuat dalam timnya. Ia pun tak mewajibkan Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini berteman.

Ia lebih senang melihat keduanya saling bersaing. Sebab, itu akan membuktikan siapa pembalap terkuat di Ducati.

“Anda tahu rekan satu tim adalah orang yang harus dikalahkan, karena dia memakai motor yang sama dengan Anda," kata Paolo Ciabatti dilansir BT Sport.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini