Share

Ini Alasan Kenapa Muhammad Ali Disebut The Greatest Of All Time

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Senin 14 November 2022 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 43 2707424 ini-alasan-kenapa-muhammad-ali-disebut-the-greatest-of-all-time-nGJs076ar7.jpeg Petinju dunia, Muhammad Ali (Foto: Reuters)

ALASAN kenapa Muhammad Ali disebut The Greatest Of All Time akan dibahas dalam artikel ini. Para penggemar olahraga tinju mungkin tak asing dengan sosok legendaris satu ini.

Ya, Muhammad Ali adalah sosok petinju dan aktivis sosial yang secara universal dianggap sebagai salah satu atlet terbesar abad ke-20. Kemampuannya yang luar biasa baik itu kecepatan, kelincahan, dan kekuatannya dalam olahraga tinju tak pernah ada sebelumnya.

Muhammad Ali

Prestasinya di atas ring pun tak perlu diragukan lagi. Hal itu membuatnya sangat melegenda sehingga tak heran ia dikenang sebagai yang terbaik sepanjang masa.

Tak heran jika ia mendapat julukan The Greatest of All Time. Bahkan dengan percaya dirinya ia mempromosikan diri dengan kata-kata:

I am the greatest, I said that even before I knew I was. - Muhammad Ali

(Saya petinju terhebat, saya bahkan sudah bilang sebelum saya jadi terhebat)

Hal itu dibuktikan oleh petinju kelahiran 17 Januari 1942 itu dengan berhasil meraih medali emas Olimpiade Roma (1960) dan menjadi petinju pertama yang memenangkan kejuaraan dunia kelas berat pada tiga kesempatan terpisah (1964, 1974, dan 1978). Ali juga berhasil mempertahankan gelar ini sebanyak 19 kali dan memiliki rekor bertinju 56-5 selama berkarier.

Tak hanya di dunia tinju saja, keberaniannya melawan pemerintah Amerika Serikat pun turut diacungi jempol. Sebab, pada Maret 1966, Amerika Serikat meningkatkan keterlibatannya di Vietnam dengan permintaan pasukan yang meningkat.

Muhammad Ali

Muhammad Ali yang sebelumnya mendapat nilai tes rendah, telah memenuhi syarat untuk masuk wajib militer. Pada Maret 1967, Ali mengetahui bahwa ia telah direkrut dan akan melapor untuk pelantikan bulan berikutnya.

Pada April 1967, Ali menolak panggilan wajib militer, dan ia pun ditangkap. Lantaran hal itu, Komisi Atletik Negara Bagian New York segera menarik lisensi tinjunya dan mencabut sabuk kelas beratnya.

20 Juni 1967, juri memutuskan Ali bersalah sebab menolak wajib militer. Hakim pun mengabaikan rekomendasi jaksa dan menjatuhkan hukuman maksimal lima tahun penjara serta dijatuhi denda. Akan tetapi, Ali tetap bebas saat hukuman itu diajukan banding.

Diketahui bahwa Muhammad Ali menentang hal tersebut lantaran bertentangan dengan hati nurani dan keyakinan agamanya. Saat sikap publik berbalik menentang perang, dukungan untuk Ali pun tumbuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini