Share

CEO Dorna Sports Tengah Negosiasi Gelar Balapan MotoGP di India, Jadi Seri Baru pada 2023?

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 38 2671955 ceo-dorna-sports-tengah-negosiasi-gelar-balapan-motogp-di-india-jadi-seri-baru-pada-2023-oWoJX8KDCM.jpg Dorna Sports sedang berjuang menggelar balapan MotoGP di India. (Foto: HRC)

NEW DELHI โ€“ CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, dikabarkan tengah bernegosiasi dengan pemerintah India untuk menggelar balapan MotoGP di negara tersebut. Akankan India akan menjadi seri baru di kalender balap MotoGP 2023?

Seperti diketahui, balapan MotoGP akan berlangsung di Jepang pada akhir pekan ini, Minggu 25 September 2022. Para pembalap dan pihak penyelenggara pun sudah mulai terbang ke Negeri Sakura -julukan Jepang- pada awal pekan ini.

Para pembalap MotoGP

Namun, dilansir dari Speedweek, Rabu (21/9/2022), sebelum menuju ke Tokyo, Carmelo dan putranya, Carlos Ezpeleta, yang merupakan Direktur Dorna Sports, dikabarkan mampir lebih dulu ke New Delhi, India. Mereka dilaporkan bertemu dengan pejabat tinggi pemerintah India.

BACA JUGA: Manajer Ducati Beberkan Alasan Pembagian Motor di Musim Depan

Pertemuan tersebut kabarnya untuk memulai proses negosiasi penyelenggaraan MotoGP India di Sirkuit Internasional Buddha. Ini adalah pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, pemerintah India tertarik untuk menggelar balapan kuda besi paling elite di dunia itu.

BACA JUGA: Tetapkan Format Baru Sprint Race di MotoGP 2023, Begini Detailnya

Sebelumnya, pada 30 Oktober 2011, sirkuit yang terletak di Greater Noida itu sudah pernah menghelat balapan Formula One (F1). Sebastian Vettel pun berhasil memenangkan balapan di sana dalam tiga musim berturut-turut. Namun, setelah musim 2013, trek sepanjang 5.125 km itu tidak masuk lagi dalam kalender F1.

Pada 2014, sebenarnya balapan MotoGP dan World Superbike (WSBK) sempat direncanakan digelar di Sirkuit Internasional Buddha. Akan tetapi, karena permasalahan bea cukai, balapan motor akhirnya rencana tersebut tak pernah terealisasikan.

Pasalnya, India tidak mengenal dokumen Carnet, yang digunakan sebagai paspor internasional untuk barang yang diekspor ke luar negeri. Alhasil, hal itu mempersulit atau bahkan membuat para tim MotoGP tidak bisa mengimpor peralatan balap mereka, seperti, motor, ban, bahan bakar balap, mesin cadangan, peralatan makan, lemari es, dan lain-lain.

Masalah bea cukai itu kemungkinan besar masih bisa menjadi batu sandungan bagi Dorna untuk menggelar balapan MotoGP di India. Padahal menurut Carmelo, Sirkuit Buddha punya karakteristik yang bagus untuk menghelat balapan kuda besi.

โ€œTreknya akan bagus untuk GP motor, hanya ada satu tikungan di mana kami harus membuat lebih banyak ruang untuk menikung. Tapi, masalahnya masih sama seperti dulu di bagian custom clearance, yaitu bea cukai,โ€ kata Carmelo, dikutip dari Speedweek, Rabu (21/9/2022).

Para pembalap MotoGP

Kendati demikian, upaya negosiasi sekarang sedang dilakukan oleh Dorna dengan pemerintah India. Tentu saja, permasalahan bea cukai tersebut wajib ada solusinya jika mereka ingin mewujudkan MotoGP India.

Kabarnya, seri India hendak dimasukkan ke kalender balap MotoGP musim 2023 atau 2024. Hal itu siap dilakukan jika kedua belah pihak sudah menemui kata sepakat.

Bagi MotoGP, India bakal menjadi pasar yang besar dengan populasi mereka yang mencapai lebih dari 1,38 miliar penduduk. Keuntungan yang besar pun menunggu Dorna, jika Marc Marquez dan kolega bisa mentas di Sirkuit Buddha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini