Share

Pengakuan Mantan Petenis Amerika Serikat yang Pernah Remehkan Roger Federer di Wimbledon

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Sabtu 17 September 2022 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 17 40 2669528 pengakuan-mantan-petenis-amerika-serikat-yang-pernah-remehkan-roger-federer-di-wimbledon-ZJyn7Fr8a3.jpg Roger Federer putuskan pensiun dari lapangan tenis (Foto: Twitter/atptour)

PENGAKUAN mantan petenis Amerika Serikat yang pernah remehkan Roger Federer di Wimbledon. Mardy Fish mengaku menyesal pernah meremehkan petenis asal Swiss itu di pentas Wimbledon 2003.

Eks petenis Amerika Serikat, Mardy Fish, terkenang lagi momen tersebut, seiring dengan pengumuman pensiun Roger Federer pada pekan ini. Sebab, Mardy Fish sebelumnya sempat meremehkan Roger Federer ketika tampil di Wimbledon.

Roger Federer

Momennya terjadi saat kedua pemain ini bertemu di putaran ketiga Wimbledon 2003. Kala itu Federer masih berusia 22 tahun namun penampilannya sudah mengejutkan banyak pihak.

Satu di antaranya, Federer telah mengalahkan juara bertahan Pete Sampras di Wimbledon dua tahun sebelumnya. Peringkat ATP Federer pun masih naik hingga laga melawan Fish ini.

Sebelum laga, pemain yang kini berusia 40 tahun itu begitu yakin mampu mengatasi perlawanan Federer. Sampai-sampai dia membual kepada temannya bahwa Federer tidak terlalu hebat.

“Wimbledon 2003, 3rd Rd (babak ketiga) Saya melawan orang ini. (Kemudian) seorang teman menelepon setelah kemenangan sebelumnya dan berkata 'Saya pikir saya mendapat undian yang bagus sekarang. Saya tidak berpikir orang ini terlalu hebat!’,” tulis Fish menceritakan di akun Twitter pribadinya.

Namun sampai pada pertandingan, Fish tak berdaya. Federer melalui permainan cepatnya memastikan kemenangan mudah 6-3, 6-1, 4-6, 6-1 untuk maju ke putaran keempat. Fish pun tersingkir dari turnamen.

“(Saya) telah hancur dan dia memenangkan turnamen”, tambah Fish dilengkapi emoji menangis-tertawa dikutip laman Express, Sabtu (17/9/2022).

 Roger Federer

Lebih hebatnya lagi, Federer melenggang jauh mengalahkan Feliciano Lopez dan Sjen Schalken dalam dua set langsung. Sampai-sampai dia bertemu petenis Amerika lainnya, Andy Roddick di babak semifinal.

Federer kembali menang dengan straight set. Dia pun memastikan diri tampil di partai puncak melawan petenis Australia yang berpengalaman di final Centre Court, Mark Phillippousis.

Sampai akhirnya, Federer secara meyakinkan menang tanpa kehilangan satu set pun 7–6(7–5), 6–2, 7–6(7–3). Ini adalah gelar Grand Slam perdananya sebelum sukses meraih 20 gelar setelahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini