Share

Kelakar Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan Lihat Ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik Juara Dunia 2022: Harusnya Prayer

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Sabtu 17 September 2022 03:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 40 2669289 kelakar-pramudya-kusumawardana-yeremia-rambitan-lihat-ganda-malaysia-aaron-chia-soh-wooi-yik-juara-dunia-2022-harusnya-prayer-ewYfjtrSbe.jpg Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan kala berlaga. (Foto: Bagas Abdiel/MNC Portal Indonesia)

JAKARTA – Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, mengomentari kesuksesan ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, menjadi juara BWF World Championship 2022 2022. Mereka pun berkelakar dengan mengatakan bahwa seharusnya gelar itu jadi milikinya bersama Yeremia.

Sebagaimana diketahui, Pramudya/Yeremia saat ini harus absen dari rangkaian turnamen yang ada. Hal tersebut disebabkan Yeremia yang harus menjalani masa pemulihan akibat cedera lutut yang didapat pada babak perempatfinal Indonesia Open 2022 pada Juni.

Aaron Chia/Soh Wooi Yik

Namun, bukan berarti Pramudya/Yeremia tidak memantau pertandingan yang ada, khususnya di sektor ganda putra. Pramudya menilai Aaron/Soh alami peningkatan performa. Terlebih, pasangan andalan Malaysia itu baru saja berhasil menyandang gelar juara dunia.

"Mungkin Chia/Soh (jadi lawan berat) lagi naik kan. Mereka juga baru saja jadi juara dunia," kata Pramudya kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia.

BACA JUGA: Curhat Pramudya Kusumawardana, Sempat Merasa Down saat Yeremia Rambitan Cedera

Tetapi. Pramudya juga memberikan jawaban yang lucu tentang kemenangan Chia/Soh. Sambil bercanda, dia mengatakan kalau seharusnya yang menjadi juara dunia adalah The Prayer -julukan Pramudya/Yeremia.

"Harusnya Prayer yang jadi juara dunia! Hahaha," sambungnya.

BACA JUGA: Cedera Parah di Indonesia Open 2022, Yeremia Rambitan Akui Sempat Trauma saat Kembali ke Lapangan

Ucapannya itu sebetulnya bukan tanpa alasan. Sebab, secara rekor pertemuan, The Prayer memang seharusnya bisa dikatakan unggul atas Aaron/Soh. Diketahui, kedua pasangan itu pernah bertemu sebanyak dua kali.

Pertemuan pertama terjadi pada final Kejuaraan Asia 2022. Kala itu, Pramudya keluar sebagai juara dengan mengalahkan Chia/Soh dua game langsung dengan skor 23-21 dan 21-10.

Kemudian, pertemuan kedua kedua terjadi di babak perempatfinal Indonesia Open 2022. Pada laga tersebut, The Prayer terpaksa harus mundur karena Yeremia mengalami cedera.

Akan tetapi, Pramudya/Yeremia sejatinya bisa saja memenangkan laga tersebut karena mereka sedang unggul 20-18 di game ketiga. Namun, karena Yeremia mengalami cedera pada kedudukan tersebut, The Prayer pun harus menerima kekalahan dari Aaron/Soh dengan skor akhir 21-14, 12-21, dan 20-22.

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Lebih lanjut, bukan hanya Aaron/Soh saja yang menjadi sorotan Pramudya. Pemain kelahiran Sukabumi itu menilai lawan yang patut diwaspadai adalah ganda putra muda dari China yang baru saja juara Japan Open, Wang Chang/Liang Wei Keng, dan wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae.

"Wang Chang sama Liang Wei Keng terus mungkin yang dari Korea walaupun belum juara, tapi harus diawasin karena teman-teman di sini sempat kalah juga kan," pungkas Pramudya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini