Share

Bos Red Bull Racing Ragu soal Kerja Sama dengan Porsche di F1 2026

Rio Eristiawan, Jurnalis · Sabtu 03 September 2022 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 03 37 2660143 bos-red-bull-racing-ragu-soal-kerja-sama-dengan-porsche-di-f1-2026-XMWbyF8oN0.jpg Bos Red Bull Racing ragu dengan kesepakatan kerja sama Porsche pada 2026 (Foto: Formula 1)

BOS Red Bull Racing ragu soal kerja sama dengan Porsche di F1 2026. Menurut Christian Horner, saat ini masih terlalu dini untuk membahas rencana empat tahun yang akan datang.

Honda telah mengumumkan pengunduran dirinya dari F1 sejak 2021. Namun, mereka masih berkewajiban untuk memasok power unit kepada Red Bull Racing hingga 2025.

Max Verstappen dan Sergio Perez

Honda sudah menjalin kerja sama dengan Red Bull sejak 2019. Meski sudah mundur dari ajang balap jet darat tersebut, tetapi mereka masih menjadi pemasok power unit pada Red Bull dengan merek Red Bull Powertrains (RBPT).

Namun seusai 2025, Red Bull tidak akan lagi mendapatkan pasokan mesin dari Honda. Pabrikan asal Austria itu pun dikabarkan akan melakukan kerja sama dengan Porsche sebagai pemasok mesin.

Akan tetapi, Horner meragukan kerja sama Red Bull dengan Porsche di F1 2026 mendatang. Menurutnya masih terlalu awal untuk melakukan pembahasan tersebut, terlebih ia menjelaskan timnya sedang fokus untuk mengembangkan mesin sendiri usai Honda pergi.

“Kami mendorong Red Bull Powertrains, kami membuat langkah besar dengan menyalakan mesin Red Bull pertama beberapa minggu lalu. 2026 masih jauh, kami sangat fokus pada rencana kami dan mesin yang kami produksi dengan bakat yang kami bawa ke tim," kata Horner dilansir dari GP Fans, Sabtu (3/9/2022). 

Horner pun menyambut baik dengan hadirnya Audi di F1, tetapi Red Bull mempertimbangan menjalin kerja sama dengan waktu panjang. Ia menilai timnya masih memiliki banyak waktu untuk melihat tawaran yang ada.

 Red Bull Racing

"Sangat menyenangkan melihat Audi masuk ke olahraga ini dan apa pun yang dipertimbangkan Red Bull harus sesuai dengan strategi jangka panjang tim. Masih banyak waktu di depan," jelasnya.

Lebih lanjut, Horner menjelaskan alasan untuk menjalin kerjasama dengan Red Bull. Ia mengatakan mereka harus bisa memiliki hubungan sesuai dengan tujuan timnya, jika ingin menjalin kerja sama.

"Hubungan apapun dengan pabrikan mana pun harus sesuai dengan Red Bull," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini