ADA 6 anggapan yang salah tentang profesi atlet di Indonesia akan diulas oleh Tim Okezone di dalam artikel ini. Sebagaimana banyak diketahui, seorang atlet kerap dianggap sebelah mata, meski secara prestasi para atlet merupakan pahlawan negara.
Hal itu dibuktikan dengan lahirnya sejumlah nama besar dari profesi atlet, yang kerap mengharumkan nama bangsa. Sebut saja di antaranya, Susi Susanti, Taufik Hidayat hingga Evan Dimas.
Mereka semua sebenarnya membuat kaum muda yang berbakat dalam bidang olahraga terus bersemangat untuk mengejar mimpinya. Sayangnya pada 2021 silam, Menteri Olahraga dan Pemuda (Menpora) Republik Indonesia, Zainudin Amali Menpora mengatakan minat pemuda Indonesia untuk menjadi atlet sangat rendah.
Bahkan di Sekolah Khusus Olahraga (SKO), siswanya lebih memilih menjalankan profesi lain ketimbang menjadi atlet profesional. Profesi menjadi atlet profesional sangat dipandang sebelah mata.
Anggapan miring tentang seorang atlet sepertinya sudah menjadi buah bibir di tengah masyarakat, padahal tidak begitu adanya. Lantas, hal apa saja yang kerap dipandang sebelah mata oleh orang banyak?
Berikut 6 anggapan yang salah tentang profesi atlet di Indonesia:
6. Tidak Punya Masa Depan
Di urutan keenam, banyak orang yang salah kaprah mengenai profesi atlet. Ya, ternyata tak sedikit masyarakat Indonesia beranggapan bahwa atlet tidak punya masa depan.
Padahal seiring berjalannya waktu dan berkembangnya kompetensi serta prestasi yang dimiliki, mereka akan mendapatkan pendapatan serta punya jenjang karier yang baik untuk masa depan.
5. Hanya Berkutat pada Satu Bidang Olahraga
Kemudian, tak sedikit yang beranggapan jika seorang atlet hanya berkutat di satu bidang olahraga yang ditekuni. Padahal menjadi seorang atlet tidak selalu berkutat pada olahraga yang mereka tekuni saja.
Sebab, para atlet yang mengharumkan nama bangsa, kerap mendapat keistimewaan tersendiri. Salah satunya seperti Boaz Solossa, eks pemain Timnas Indonesia yang dipercaya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jayapura. Selain itu, seorang atlet pun bisa pergi keliling dunia secara gratis jika berhasil memenangkan kompetisi.