Share

ASEAN Para Games 2022: Gagal Rebut Medali Emas, Atlet Tenis Kursi Roda Ndaru Patma Putri Tetap Puas

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 43 2642011 asean-para-games-2022-gagal-rebut-medali-emas-atlet-tenis-kursi-roda-ndaru-patma-putri-tetap-puas-eCVVUliiT3.jpg Atlet tenis kursi roda Indonesia, Ndaru Patma Putri. (Foto: INASPOC)

SOLO - Indonesia gagal menambahkan medali emas dari cabang olahraga (cabor) tenis kursi roda usai Ndaru Patma Putri gagal menang di partai final tunggal putri saat melawan wakil Thailand, Sakorn Khantasit. Kendati demikian, Ndaru mengaku tetap puas karena tetap bisa menyumbangkan medali perak di ajang ASEAN Para Games 2022 tersebut.

Tampil di Manahan Tennis Center, Kamis (4/8/2022), Ndaru harus mengakui ketangguhan Sakorn. Dia kalah dalam dua set langsung dengan skor 0-6, 1-6.

Pemain Thailand itu memang sangat mendominasi pertandingan sejak awal. Ndaru pun mengakui hal tersebut. Dia mengakui kalau Sakorn merupakan pemain yang punya segudang pengalaman.

Ndaru Patma Putri (INASPOC)

"Dia mendominasi banget, ini pertemuan saya ketiga kalinya. Sebelumnya saya juga belum bisa mengimbangi dia, walaupun sebenarnya saya sudah all out tetap berusaha, tapi memang belum bisa mengimbangi," kata Ndaru kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia, Kamis (4/8/2022).

"Mereka (Thailand) bisa ikut turnamen ke luar negeri satu bulan sekali. Sakorn juga bagus pleasing pleasing nya. Kita tidak pernah turnamen di luar negeri sehingga memang kurang jam terbang," lanjutnya.

Ndaru pun tetap puas dengan medali perak yang telah didapatnya. Dia mengakui bahwa sedari awal targetnya adalah memang mencapai final.

Terlebih ketika tahu lawannya adalah Sakorn yang merupakan bintang dunia. Ndaru juga memetik pelajaran dari hasil pertandingan tersebut.

Ndaru Patma Putri (INASPOC)

"Target saya ketika tahu lawan lawan saya diluar dari pelatih harus sampai final. Target saya sudah terpenuhi walaupun mohon maaf saya belum bisa menyumbangkan emas untuk Indonesia," imbuhnya.

"Pelajaran yang bisa dipetik, saya hari lebih banyak latihan lagi. Pukulan tidak perlu terlalu kencang yang penting pleasingnya bisa bagus," tutup Ndaru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini