Share

Ini Cerita Suryo Nugroho, Atlet Para Bulu Tangkis Indonesia yang Sukses Meraih Medali di Paralimpiade Tokyo 2020

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Rabu 27 Juli 2022 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 40 2637197 ini-cerita-suryo-nugroho-atlet-para-bulu-tangkis-indonesia-yang-sukses-meraih-medali-di-paralimpiade-tokyo-2020-CpnMivRklM.jpeg Atlet Para Bulu Tangkis Indonesia, Suryo Nugroho. (Foto: Andika Rachmansyah/MPI)

SOLO – Indonesia memiliki banyak atlet para bulu tangkis berbakat dan salah satunya adalah Suryo Nugroho. Suryo sendiri memiliki cerita yang sangat menarik untuk diketahui dalam perjalannya menjadi seorang atlet para bulu tangkis tersebut.

Untuk yang belum tahu, Suryo sejatinya terlahir normal. Namun pada tahun 2006 silam dirinya mengalami kecelakaan sehingga mengharuskan tangan kirinya diamputasi.

Suryo merupakan salah satu atlet para bulu tangkis andalan Indonesia. Pemain kelahiran Surabaya itu bermain di sektor tunggal putra.

Sederet prestasi pun telah pernah diraih olehnya. Seperti 1 emas dan 2 perak pada Asian Para Games Indonesia 2018. Pencapaian terbaiknya pun ketika ia berhasil meraih medali perunggu di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Suryo Nugruho (NPC Indonesia)

Kendati demikian, dibalik sederet prestasi itu, hidupnya penuh dengan rintangan. Suryo mengatakan kalau sebelum kecelakaan yang menimpanya di tahun 2006, dirinya sudah menjadi seorang atlet dan tergabung dalam klub Hi-Qua Wima di Surabaya.

“Sebelumnya saya sudah menjadi atlet. Sempat runner up U12 di Surabaya Internasional Cup 2005 gabung di klub Hi-Qua Wima,” kata Suryo kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (27/7/2022).

Suryo bercerita kalau kecelakaan yang menimpanya itu mengharuskan tangan kirinya diamputasi. Kala itu, umurnya menginjak 11 tahun. Dia pun sempat memutuskan untuk vakum dari dunia tepok bulu hingga tiga tahun lamanya.

Tak lama, Suryo mulai bangkit, tepatnya di 2009 ketika mengetahui bahwa ada olahraga khusus untuk penyandang disabilitas. Semangatnya pun menggebu-gebu hingga akhirnya dia sukses meraih medali perunggu Paralimpiade Tokyo 2020. Dia mengaku kalau pencapaian itu adalah pencapaian terbaiknya.

“Saya sebenarnya terlahir normal, tetapi pada 2006 saya mengalami kecelakaan yang mengharuskan saya kehilangan tangan kiri saya untuk di amputasi. Lalu setelah kecelakaan itu saya sempat vakum selama kurang lebih 3 tahun,” ungkapnya.

“Mulai kembali ke bulutangkis tahun 2009 karena dapat kabar kalau ada olahraga khusus disabilitas di NPC. Setelah itu saya mulai semangat kembali untuk bangkit,” lanjutnya.

Suryo Nugroho (Andika Rachmansyah/MPi)

“Perjalanan saya meraih perunggu di Paralimpiade Tokyo 2020 sangat panjang. Memulai dari nol di 2009 dgn kondisi yg berbeda cukup sulit. Jadi menurut saya perunggu itu adalah prestasi terbesar saya,” sambungnya.

Kini, Suryo dan para atlet bulutangkis Indonesia pun akan berjuang di ajang ASEAN Para Games 2022 yang akan digelar di Kota Solo, Jawa Tengah. Pesta olahraga se Asia Tenggara atlet difabel itu dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 6 Agustus mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini