Share

Tips dan Trik Atur Napas saat Berlari, Nomor 1 Paling Penting

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 26 Juli 2022 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 26 43 2636749 tips-dan-trik-atur-napas-saat-berlari-nomor-1-paling-penting-LQJJOjHnnr.jpg Berikut tips dan trik atur napas saat berlari (Foto: Shutterstock)

TIPS dan trik atur napas saat berlari, akan dibahas Okezone. Jika berencana untuk menekuni olahraga satu ini, isi artikel ini cukup penting untuk diketahui.

Sebagaimana diketahui, Otot Anda menggunakan oksigen sebagai makanan. Jadi, saat Anda tidak bernapas dengan benar, tubuh Anda tidak mendapatkan cukup oksigen untuk membuat otot berfungsi secara normal.

Akibatnya, alih-alih menggunakan diafragma untuk mengembangkan paru-paru, tubuh Anda mulai menggunakan otot aksesori, seperti otot punggung atas untuk bernapas. Saat Anda bernapas dengan cara ini, otot punggung bagian atas akan terus membesar dan berkontraksi yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri.

Saat Anda bernapas dengan tidak benar, Anda mencapai ambang aerobik lebih cepat. Ini terjadi ketika Anda berjuang untuk menghirup cukup oksigen yang menyebabkan penumpukan asam laktat di otot. Ini bisa membuat Anda merasa lelah dan menyebabkan kram. Bernapas dengan benar memastikan tubuh Anda mendapatkan cukup oksigen dan bekerja dengan baik.

Melansi darir Times of India, Selasa (26/7/2022), berikut 3 tips dan trik atur napas saat berlari:

3. Gunakan Diafragma Anda

Tips dan Trik Atur Napas saat Berlari

(Ilustrasi jogging, foto: Istimewa)

Diafragma adalah otot besar yang terletak di bawah jantung dan paru-paru. Saat menarik napas, diafragma mengencang, lalu menciptakan lebih banyak ruang bagi paru-paru dan dada untuk mengembang.

Saat kita menghembuskan napas, diafragma mengendur, lalu mendorong udara keluar. Pernapasan dengan cara ini disebut pernapasan diafragma. Pernapasan diafragma penting saat berlari karena meningkatkan pernapasan dalam yang meningkatkan kualitas lari Anda dengan memberi tubuh Anda pasokan oksigen konstan untuk menjaga otot tetap bekerja.

Pernapasan diafragma membantu menurunkan detak jantung dan menstabilkan tekanan darah Anda. Dengan demikian, jantung Anda tidak perlu bekerja keras untuk memompa oksigen ke seluruh tubuh. Jaga bahu agar punggung dan dada terangkat supaya ada ruang bagi diafragma Anda untuk mengembang sepenuhnya.

2. Napas Secara Ritmis

Tips dan Trik Atur Napas saat Berlari

(Ilustrasi jogging pakai masker, foto: Istimewa)

Pernapasan berirama adalah saat Anda menciptakan ritme antara langkah dan napas Anda. Anda dapat menarik napas setiap tiga langkah, kemudian menghembuskan napas dalam dua langkah berikutnya. Ini menciptakan pola pernapasan yang tidak merata, Anda menarik napas saat kaki kanan menyentuh tanah selama separuh waktu dan kaki kiri untuk separuh lainnya.

Urutan pernapasan yang tidak merata ini direkomendasikan oleh American Lung Association karena memastikan Anda tidak menghembuskan napas dengan kaki yang sama sepanjang waktu. Sebab, ini dapat memberikan tekanan ekstra pada satu sisi tubuh.

Stres yang terus-menerus di satu sisi tubuh, bisa membuat Anda lebih rentan cedera. Sebuah studi pada 2013 menemukan, bahwa pola pernapasan yang tidak merata meningkatkan efisiensi pernapasan dan mengurangi ketegangan pada otot.

Menghirup selalu membutuhkan lebih banyak waktu. Sebab, otot pernapasan Anda membutuhkan lebih banyak usaha untuk menarik napas daripada mengeluarkan napas. Mengikuti urutan tiga atau lima langkah akan memastikan Anda mendapatkan oksigen yang tepat sambil mempertahankan latihan intensitas tinggi.

1. Cari Tahu Gaya Napas yang Paling Nyaman

Tips dan Trik Atur Napas saat Berlari

(Ilustrasi jogging, foto: Istimewa)

Apakah Anda bernapas melalui mulut atau hidung, itu juga memengaruhi kinerja pernapasan Anda. Bernapas melalui hidung dapat meningkatkan kinerja Anda karena pernapasan melalui hidung melepaskan oksida nitrit dengan lebih efektif di dalam tubuh.

Sebuah penelitian menemukan, bahwa orang yang bernapas melalui hidung, memiliki lebih sedikit napas per menit, yang berarti mereka dapat menghirup oksigen dengan lebih efektif.

Meski begitu, biasanya lebih efektif untuk bernapas melalui mulut sambil berlari dengan kecepatan yang lebih tinggi karena Anda dapat mengambil napas lebih banyak. Sementara itu bernapas melalui hidung mungkin lebih baik untuk orang yang lari jarak jauh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini