Share

Banyak Diisi Pemain Muda, Herli Djaenudin Yakin Tunggal Putri Indonesia Bisa Bangkit

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 22 Juli 2022 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 40 2634476 banyak-diisi-pemain-muda-herli-djaenudin-yakin-tunggal-putri-indonesia-bisa-bangkit-GLqwjTth5l.jpg Bilqis Prasista salah satu pemain muda di sektor tunggal putri Indonesia. (Foto: PBSi)

JAKARTA - Sektor tunggal putri Indonesia bisa dikatakan tengah terpuruk karena tak ada satu pun wakilnya yang mampu bersaing memperebutkan gelar juara. Kendati demikian, pelatih tunggal putri Indonesia, Herli Djaenudin percaya bahwa sektor yang ia tangani mampu bangkit karena banyak diisi pemain muda yang berbakat.

Sektor tunggal putri Indonesia memang menjadi salah satu tugas berat. Pasalnya, sudah lama tidak ada pemain tunggal putri Indonesia yang mampu memberikan prestasi.

Herli pun mengakui tidak mudah untuk memperbaiki prestasi tunggal putri. Apalagi mereka saat ini lebih banyak mengandalkan para pemain muda, yang masih minim pengalaman.

Bilqis Prasista (PBSI)

Sebab itu, untuk saat ini PBSI pun fokus memberikan pengalaman sebanyak mungkin dan mengumpulkan poin untuk para pemain muda, sebelum dapat bersaing di kelas dunia.

“Ini tantangan buat kami, khususnya pelatih di tunggal putri. Pemainnya pemain muda semua. Untuk sementara, kami ingin meningkatkan poin untuk anak-anak itu ya. Sambil kita kasih jam terbang yang lebih banyak, poinnya juga bisa bertambah,” kata Herli kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (22/7/2022).

Jika melihat hasil beberapa turnamen terakhir, Herli memiliki keyakinan yang tinggi. Terlebih ketika melihat pemain seperti Bilqis Prasista sanggup mengalahkan pemain seperti Akane Yamaguchi.

“Kalau lihat dari hasil kemarin, ada beberapa kejutan. Seperti Bilqis yang bisa mengalahkan Yamaguchi. Kalau saya, memiliki satu keyakinan, bahwa kita bisa bersaing,” ujarnya.

Gregoria Mariska Tunjung

Kini, tinggal bagaimana para pemain tunggal putri Indonesia untuk berjuang. Pasalnya, tidak mudah untuk bersaing di turnamen dengan kelas tinggi, tanpa dibarengi kerja keras.

“Tinggal anak-anak ini mau latihan lebih keras lagi gak. Mau lebih naik lagi enggak prestasinya. Semua tergantung ke mereka. Cuma kita selalu mengarahkan dan membimbing mereka. Kesempatan ini luar biasa, belum tentu datang dua kali,” tutur Herli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini