Share

Soal Kasus Yeremia Rambitan Lakukan Pelecehan ke Volunteer SEA Games 2021, Sekjen PBSI: Tidak Ada Hukuman, Sanksi Sosial Lebih Dahsyat

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 40 2600166 soal-kasus-yeremia-rambitan-lakukan-pelecehan-ke-volunteer-sea-games-2021-sekjen-pbsi-tidak-ada-hukuman-sanksi-sosial-lebih-dahsyat-HBJWGMpR2x.jpg Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan jadi sorotan karena melakukan pelecehan verbal kepada volunteer SEA Games 2021. (Foto: Humas PBSI)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI, Muhammad Fadil Imran, buka suara soal kasus Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang melakukan pelecehan verbal kepada volunteer SEA Games 2021. Fadil memastikan bahwa pihak PBSI tidak memberikan sanksi khusus kepada Yeremia.

Sebagaimana diketahui, Yeremia melontarkan kata-kata kasar saat melakukan live di TikTok seusai menjalani pertandingan final SEA Games 2021 di Vietnam. Dalam video yang beredar di media sosial, pasangan bermain Pramudya Kusumawardana di ganda putra itu sedang berada di dalam bus bersama rekan-rekan Tim Merah-Putih lainnya.

Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

BACA JUGA: Mengaku Khilaf dan Menyesal, Yeremia Rambitan Minta Maaf Terkait Video Viral Pelecehan di SEA Games 2021

Lalu, tiba-tiba Yeremia berkata, 'I love you and I want to f**k you'. Sontak, ucapan kasarnya itu mendapat kecaman dari netizen yang menganggapnya tak pantas berkata seperti itu. Apalagi, dia merupakan seorang atlet kelas dunia.

BACA JUGA: Buntut Video Viral Pelecehan ke Volunteer SEA Games 2021, Instagram Yeremia Rambitan Hilang

Pada Rabu (25/5/2022), pemain berusia 22 tahun itu pun meminta maaf kepada masyarakat atas ucapannya tersebut lewat video yang diunggah akun Instagram PBSI, @badminton.ina. Dia mengaku khilaf dan sangat menyesal telah berkata kasar seperti itu.

Fadil pun mengapresiasi keberanian Yeremia untuk meminta maaf kepada publik. Lalu, Fadil menjelaskan bahwa tidak ada hukuman khusus yang diberikan pada Yeremia atas kasus tersebut. Sebab menurutnya, Yeremia sudah mendapat sanksi sosial yang dahsyat dari masyarakat.

"Ya sudah minta maaf. Yere sudah minta maaf itu sudah luar biasa. Sanksi sosial itu jauh kebih dahyat dan dia sudah telefon saya dan menyesal serta berjanji tidak akan melakukan itu lagi," kata Fadil kepada awak media dalam konferensi pers jelang Indonesia Open 2022 di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

"Tiktok ini kan mungkin maksudnya bercanda, tapi kan persepsi orang berbeda. Yere anaknya memang suka bercanda," imbuhnya.

Meski tak memberikan sanksi kepada juara Asia 2022 itu, Fadil menyatakan PBSI akan memberikan pembinaan kepada para atletnya soal etika bermedia sosial. Tujuannya tentu saja agar hal yang terjadi kepada Yeremia tak terulang lagi.

"Nanti kita akan terus melalukan pembinaan bahwa etika berinternet itu ada. Ini pelajaran bagi kami dan bagaimana ke depan para pemain ini memahami etika tersebut agar tidak terpeleset dengan hal-hal seperti ini," jelas Fadil.

"Saya kira sanksi internal tegoran dari sekjen sudah cukup berat bagi dia. Apalagi, masyarat juga sudah menilai dia," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini