Share

Kevin/Ahsan Kalah, Herry IP Ungkap Alasan Turunkan Duet Ini saat Lawan Korea Selatan di Piala Thomas 2022

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 40 2592746 kevin-ahsan-kalah-herry-ip-ungkap-alasan-turunkan-duet-ini-saat-lawan-korea-selatan-di-piala-thomas-2022-FDDTkpuSjO.jpg Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo kala berlaga di Piala Thomas 2022. (Foto: PP PBSI)

BANGKOK – Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi (IP), membeberkan alasan menurunkan duet Kevin Sanjaya Sukamuljo/Mohammad Ahsan di partai kedua melawan Korea Selatan pada matchday ketiga Grup A Piala Thomas 2022. Meski duet Kevin/Ahsan gagal meraih kemenangan, Herry IP tetap punya alasan tersendiri menurunkannya.

Dalam laga yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, pada Rabu 11 Mei 2022, Kevin/Ahsan kalah dengan skor 18-21, 21-13, dan 12-21 melawan Kang Minhyuk/Seo Seungjae. Ini membuat Indonesia semakin tertinggal menjadi 0-2.

Kevin Sanjaya Sukamuljo

Menampilkan pasangan baru di partai kedua merupakan hal berbeda bagi Indonesia. Berkaca dari laga kemarin melawan Thailand, Indonesia menurunkan pasangan Kevin/Bagas Maulana di partai keempat.

BACA JUGA: Jadwal Lengkap Perempatfinal Piala Thomas dan Uber 2022 Hari Ini: Tim Bulu Tangkis Putra dan Putri Indonesia Kompak Hadapi China

Sementara di laga kedua, Herry IP lebih memilih ganda unggulan pertama Fajar Alfian/Rian Ardianto. Ternyata, Herry IP melihat peluang jika mengulangi susunan tim seperti itu tidak jauh berbeda.

BACA JUGA: Dukungan Fajar Alfian Cs di Pinggir Lapangan, Jadi Kunci Sukses Syabda Perkasa Bawa Indonesia Juara Grup Piala Thomas 2022

Belum lagi, terdapat statistik buruk yang didapat Fajar/Rian melawan pasangan Korea Selatan itu. Saat main di final Korea Open 2022 pada April, mereka kalah dengan skor 19-21, 21-15, dan 21-18.

“Kevin/Ahsan kita pilih sebagai ganda pertama, karena mereka yang paling baik dan siap. Kalau menaikkan Fajar/Rian sebagai ganda pertama, juga kansnya 50-50. Apalagi terakhir di final Korea Open, Fajar/Rian juga kalah,” ucap Herry IP dikutip dari rilis PBSI.

“Kans Fajar/Rian justru akan lebih besar persentase menang kalau tetap jadi ganda kedua. Makanya diputuskan Kevin/Ahsan pertama dan Fajar/Rian kedua,” lanjutnya.

Herry IP sendiri menyayangkan Kevin/Ahsan harus berakhir kalah di laga ini. Sebab menurutnya, kedua pemain ini sudah bermain bagus dari awal. Dia berkata, pasangan Korea menang angin.

Mohammad Ahsan

“Sayang ya, sebenarnya ada kans Kevin/Ahsan bisa menang. Di gim ketiga, sudah unggul 8-4, dan tersusul, Kevin/Ahsan jadi goyang dan skor berubah jadi 8-11. Ketika pindah tempat, lawan menang angin dan semua polanya jadi berubah,” lanjutnya.

“Kita akui, pasangan Korea itu juga bagus. Mereka layak diwaspadai. Ini menjadi perhatian dan pekerjaan rumah kita. Ke depan, akan kita coba dengan ganda-ganda muda kita yang belum masuk tim ini,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini